Penalti Hantu, Persiba Masih Trauma dengan Wasit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Skuad Persiba Balikpapan. Tempo/ SG WIBISONO

    Skuad Persiba Balikpapan. Tempo/ SG WIBISONO

    TEMPO.CO, Balikpapan - Persiba Balikpapan khawatir kembali dicurangi wasit saat berlaga di kandang Perseru Serui dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI), Ahad sore, 23 Februari 2014. "Pertandingan sebelumnya membuat kami jadi khawatir," kata manajer Persiba, Faisal Husein, Ahad, 23 Februari 2014.

    Dalam laga sebelumnya, Persiba merasa dicurangi lewat berbagai putusan kontroversial wasit pertandingan. Ketika itu mereka kalah 1-0 oleh Persipura Jayapura. Gol Persipura saat itu tercipta lewat titik penalti. Namun penalti itu diberikan wasit tanpa didahului pelanggaran oleh pemain Persiba. Kasus ini sudah ditangani Komite Wasit PSSI dan wasit yang memimpin pertandingan itu, Ahmad Suparman, terancam diberhentikan.(Baca:Kasus Penalti Hantu ISL, Wasit Suparman Terancam)

    Tim Persiba akan meminta wasit bersikap sportif dalam melaksanakan tugasnya di lapangan. Faisal hanya berharap mental timnya tidak terlalu terpengaruh oleh pertandingan melawan Persipura."Semua pemain sudah siap, karena kita terus memompa semangat para pemain untuk melupakan pertandingan sebelumnya," katanya.

    Bertanding di kandang lawan, Faisal mematok target poin penuh melawan Perseru. Gagal mencuri poin di Jayapura menjadi motivasi bagi Persiba untuk mengalahkan lawannya nanti. "Tetap, target poin penuh buat melepas kekecewaan laga sebelumnya karena gagal meraih poin. Makanya kita ingin dapat poin," ujarnya.

    Apalagi, kata Faisal, kondisi Fernando Gaston Soler dkk. tengah dalam kondisi prima. Tidak ada pemain yang cedera ataupun terkena larangan tampil karena akumulasi kartu.

    SG WIBISONO

    Berita Lain
    Ditahan Semen Padang, Bandung Raya Tetap Bersyukur
    PT Liga Ingin Laga Persib-Persija Tetap di Bandung
    Resmi, Persib Vs Persija Dibatalkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.