Kelemahan Timnas U19 Versi Persikoba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas U19. TEMPO/ Budi Purwanto

    Timnas U19. TEMPO/ Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Batu - Tim nasional sepak bola di bawah usia 19 tahun, Timnas U19, belum terkalahkan di delapan pertandingan uji coba dalam rangkaian Tur Nusantara. Garuda Jaya mencoba memperpanjang catatan baik itu saat menantang Persatuan Sepak Bola Kota Batu (Persikoba) di Stadion Gelora Brantas, Batu, Jawa Timur, Jumat malam, 28 Februari 2014.

    Pelatih Persikoba Batu, Samsul Riyadi, mengakui kekuatan lawan mereka yang merupakan kampiun Asia Tenggara itu. Namun, bukan berarti Timnas U19 tidak memiliki kelemahan. "Ada ketergantungan terhadap Evan Dimas," katanya.

    Evan Dimas, 18 tahun, merupakan kapten sekaligus ruh serangan Garuda Jaya. Pemain binaan Persebaya 1927 itu memiliki teknik di atas pemain lain, termasuk kemampuan mencetak gol nomor wahid. Hattrick-nya ke gawang Korea Selatan mengantarkan Indonesia melaju ke Piala Asia U19 2014 di Myanmar. Dia juga mencetak tiga gol di kemenangan 4-2 atas Persebaya U21 di pertandingan terakhir Timnas U19, Senin lalu. “Misalnya Evan Dimas enggak main, pengaruhnya sangat besar," kata Samsul.

    Mantan pelatih PS Djagung, klub amatir jawara di Malang, itu mengatakan pelatih Timnas U19, Indra Sjafri belum memiliki formasi yang paten. "Selama ini Indra Sjafri setia memakai formasi 4-3-3, tapi belum sepenuhnya berjalan," ujar Samsul.

    Penyebabnya, dia melanjutkan, masih seputar ketergantungan pada Evan Dimas. Di skema ala Barcelona itu, sang kapten ditempatkan sebagai gelandang yang beroperasi di belakang penyerang. "Ketika dia tidak main, polanya jadi tidak jelas," kata Samsul.

    Karena fungsinya sebagai motor serangan, Samsul meminta anak-anak asuhnya untuk memberi perhatian lebih pada Evan Dimas di laga uji coba yang tidak disiarkan televisi itu. "Siapa pun pemain yang dekat dia, harus mempersempit ruang gerak Evan," ujar pelatih di Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) tersebut.

    Sebelumnya, Yusuf Ekodono, pelatih Persebaya U21, mengatakan lini tengah dan depan Timnas U19 kurang berani menekan lawan. "Mereka harus lebih berani menyerang, walaupun ada risiko mendapat serangan balik," ujar mantan pemain timnas itu. Dia mengatakan barisan pertahanan Garuda Jaya juga lemah dalam membendung serangan udara. Dua gol Persebaya tercipta lewat tandukan.

    ABDI PURMONO

    Baca Juga:
    Liga Indonesia | Liga Inggris | Liga Spanyol | Liga Italia | Liga Champions | Piala Dunia 2014 | Transfer Pemain

    Berita Olahraga Lain:
    Jamu Timnas U19, Batu Gratiskan Tiket Pertandingan
    Sukses Gaet Vidic, Inter Bidik Sagna
    Drogba: Galatasaray Bisa Singkirkan Chelsea


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.