Timnas U19 Main, Pawang Hujan Dikerahkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Indra Sjafri memberikan instruksi untuk mengganti pemain di babak kedua  pertandingan uji coba Timnas U-19 melawan tim Pra PON DIY di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, (7/2). TEMPO/Suryo Wibowo

    Pelatih Indra Sjafri memberikan instruksi untuk mengganti pemain di babak kedua pertandingan uji coba Timnas U-19 melawan tim Pra PON DIY di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, (7/2). TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Panitia Pelaksana laga uji coba Tim Nasional U-19 melawan Persewangi Banyuwangi mengerahkan 6 pawang hujan serta sejumlah ahli spiritual untuk melancarkan pertandingan di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Senin, 3 Maret 2014.

    "Pawang dan ahli spiritual akan kami tempatkan di sekeliling lapangan," kata Fandi Ahmad, Sekretaris Panpel, Minggu 2 Maret 2014.

    Selain untuk menghalangi hujan, ahli spiritual dilibatkan supaya pertandingan berjalan lancar. Menurut dia keterlibatan ahli spiritual sudah merupakan kebiasaan dalam setiap even di Banyuwangi. "Kami hanya meminta bantua doa kepada mereka," kata Fandi.

    Pawang hujan dan ahli spiritual itu, kata Fandi, berasal dari Banyuwangi. Mereka akan mulai datang ke Stadion Diponegoro pada Senin besok, beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.

    Minggu sore ini, panitia juga menggelar tumpengan dan santunan kepada anak yatim. Syukuran itu digelar di tengah lapangan Stadion Diponegoro. Laga uji coba Persewangi dan Timnas U-19 akan berlangsung Senin 3 Maret pada pukul 15.00 wib. (Baca: Timnas U19 Latihan, Suporter Persewangi Bentrok)

    IKA NINGTYAS

    Berita Lain
    Banyuwangi Cemas Penonton Timnas U-19 Membeludak
    Tiket Laga Timnas U19 Vs Persewangi Dimahalkan
    Apa Kelemahan Timnas U19 Selama Tur Nusantara?
    Timnas U-19 Kalah di Bola Atas, Apa Kata Pelatih?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.