Sriwijaya Yakin Bisa Imbangi Persija di Senayan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persija Jakarta. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Pesepakbola Persija Jakarta. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO , Jakarta: Pelatih Sriwijaya FC, Subangkit, harus bekerja ekstrakeras saat bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, kandang Persija Jakarta, sore ini, Minggu, 9 Maret 2014. Pasalnya, pelatih berusia 63 tahun ini harus kehilangan dua pemainnya. “Maman Abdurahman dan Syamsir Alam dipastikan absen karena tidak fit dan mengalami cedera,” kata  Subangkit, Jumat lalu.


    Meski tanpa dua pemain itu, Subangkit yakin bisa meladeni permainan Persija Jakarta nanti sore. Tiba di Jakarta pada Jumat siang lalu, Subangkit berharap bisa memberi kejutan kepada tuan rumah yang berjulul Macan Kemayoran.


    Menurut Subangkit, faktor mental bermain menjadi kunci utama menghadapi Persija. Sebab, dari sisi materi pemain, Persija terlihat lebih solid daripada anak asuhnya. Apalagi, Laskar Wong Kito bermain di hadapan The Jakmania. “Sebelum menerapkan taktik di lapangan, amat penting menjaga mental bertanding,” kata Subangkit.


     Subangkit beruntung ada jeda kompetisi yang cukup panjang sebelum melawan Persija. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk meningkatkan kebugaran anak asuhnya. “Semoga saat bermain nanti kondisi pemain fit semua,” ucapnya.


    Menanggapi kedatangan pemain asing baru di kubu lawan, Subangkit enggan berkomentar. Ia mengatakan belum melihat aksi Zelimir Terkes, yang diboyong dari klub Malaysia, Perak FC. “Siapa pun yang akan mereka (Persija) turunkan, kami akan bermain dengan gaya Sriwijaya. Semoga kami bisa meraih poin,” tuturnya.


    ADITYA BUDIMAN


    Berita Terpopuler
    Ibu Ade Sara Sempat Ingatkan Anaknya Soal Hafitd

    Tersangka Pembunuh Ade Sara : Saya Sakit Hati

    Jenazah Ade Sara Sempat Disimpan di Mobil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.