Seedorf: Masih Ada 11 Laga buat Milan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Clarence Seedorf, pemain asal Belanda saat konferensi pers di Brasil klub Botafogo di Rio de Janeiro, Brasil (14/1). Seedorf mengatakan akan mengambil alih sebagai pelatih baru di AC Milan menggantikan Massimiliano Allegri. AP/Fabio Castro, AGIF

    Clarence Seedorf, pemain asal Belanda saat konferensi pers di Brasil klub Botafogo di Rio de Janeiro, Brasil (14/1). Seedorf mengatakan akan mengambil alih sebagai pelatih baru di AC Milan menggantikan Massimiliano Allegri. AP/Fabio Castro, AGIF

    TEMPO.CO, Jakarta - Clarence Seedorf, manajer AC Milan, masih percaya timnya berada di jalur yang benar walau baru saja dikalahkan Udinese, 0-1, dalam laga lanjutan Liga Italia Seri A, Sabtu, 8 Maret 2014. Seedorf sedikit kecewa, namun dia tidak melupakan kinerja bagus yang ditampilkan timnya dalam dua laga terakhir sebelum melawan Udinese.

    Pada 23 Februari lalu, Milan mengalahkan Sampdoria 2-0. Lalu, pada 2 Maret, Milan dikalahkan 0-2 oleh Juventus. Meski kalah, penampilan tim Merah-Hitam ini dipuji. Milan dianggap sebagai tim yang memiliki kekuatan. Filosofi bermain Seedorf pun dinilai mulai ditunjukkan tim.

    Berkomentar sebelum pertandingan melawan AC Milan, direktur olahraga Udinese, Cristiano Giaretta, bahkan mengatakan Milan seharusnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik, tidak kalah melawan Juventus.

    "Saya harus terus bekerja," kata Seedorf kepada Football-Italia. "Saya berkata sejak awal bahwa ini akan menjadi proses yang panjang. Kami tentu tidak akan melupakan kinerja bagus yang kami lakukan sejauh ini."

    Menurut Seedorf, kekalahan di Stadion Friuli--kandang Udinese--lebih disebabkan oleh masalah individual pemain dalam membaca situasi, bukan kesalahan tim secara kolektif, yang menurut dia akan lebih susah diperbaiki. Kekalahan itu, Seedorf, sebenarnya bisa dihindari.

    Seedorf mengatakan timnya tak cukup tangguh di depan gawang dalam pertandingan itu. "Dan hari ini (Sabtu) kami berhadapan dengan kiper yang bagus," kata Seedorf. "Kami tahu kekuatan Udinese adalah pada kemampuan memanfaatkan kesalahan dan melakukan serangan balik, jadi kami seharusnya bisa membuat pilihan lebih baik dalam umpan-umpan kami."

    Kekalahan oleh Udinese adalah kekalahan kedua AC Milan selama Maret. Selain itu, ini adalah pertama kalinya Milan kalah dua kali berturut-turut dalam musim ini.

    Dengan kekalahan ini, Milan telah mengalami kekalahan kesepuluhnya selama musim ini. Musim belum berakhir, namun jumlah kekalahan ini lebih banyak daripada catatan kekalahan Milan musim lalu--membuat Milan tertinggal 17 poin dari Napoli yang menghuni posisi ketiga di Seri A. Artinya, Milan tampaknya harus bersiap-siap merelakan harapan bisa kembali berlaga di Liga Champions musim depan.

    Masih ada sebelas laga yang akan dijalani Milan hingga akhir musim ini, sementara jurang poin mereka dengan pemimpin klasmen, Juventus, sangat jauh, yaitu 34 poin. Namun Seedorf tetap optimistis, sebagaimana dia yakin bisa mengalahkan Atletico Madrid dalam babak 16 besar Liga Champions 11 Maret mendatang. “Kami yakin kami bisa menang, sebagaimana kami bisa memenangi banyak pertandingan lain,” ujarnya.

    BLEACHER REPORT | FOOTBALL ITALIA | GADI MAKITAN


    Berita Terpopuler
    Tersangka Pembunuh Ade Sara Tertawa Saat Diperiksa, Pengacara Bingung

    Ternyata Ahok Bisa Disuap

    Sebelum Bunuh Ade Sara, Hafidt dan Assyifa Pura-pura Ribut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.