Milan: Kami Harus Menang di Madrid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola AC Milan Giampaolo Pazzini memperebutkan bola dengan pesepak bola Sampdoria Angelo Palombo dalam pertandingan Liga Serie A Italia, di stadion Luigi Ferraris, di Genoa, Minggu (23/2). Marco Luzzani/Getty Images

    Pesepak bola AC Milan Giampaolo Pazzini memperebutkan bola dengan pesepak bola Sampdoria Angelo Palombo dalam pertandingan Liga Serie A Italia, di stadion Luigi Ferraris, di Genoa, Minggu (23/2). Marco Luzzani/Getty Images

    TEMPO.CO , Madrid: Pertandingan melawan Atletico Madrid di Stadion Vicente Calderon, Madrid, dinihari nanti, Rabu, 12 Maret 2014, akan menjadi pertaruhan terbesar buat AC Milan dalam musim ini. "Pertandingan paling penting tahun ini," kata penyerang Milan, Giampaolo Pazzini. Setelah kalah 0-1 pada pertemuan pertama di Milan, Pazzini dan kawan-kawan harus menang dengan selisih lebih dari satu gol pada pertemuan kedua di Calderon untuk lolos ke babak perempat final Liga Champions.  

    Gagal maju ke perempat final Liga Champions akan membuat Milan tak punya kebanggaan apapun dalam musim ini. Di Seri A Liga Italia, mereka kian terpuruk di urutan ke-11 setelah kalah 0-1 di kandang Udinese, Minggu lalu. Ini menjadi kekalahan kedua berturut-turut Milan di Seri A dan kekalahan kesepuluh sepanjang musim ini. "Wajar ada kekecewaan karena pada dasarnya kami ingin hasil sebaliknya (menang) di Udinese,' kata Pazzini dalam wawancara di Milan Channel.

    Bila kalah atau gagal di Madrid, Milan terancam absen dari kejuaraan antarklub Eropa untuk pertama kali dalam 16 tahun terakhir. Saat ini, mereka tertinggal sembilan poin dari Inter Milan yang berada di peringkat kelima atau batas bawah untuk bisa berlaga di kompetisi kedua Eropa yaitu Liga Europa musim depan.

    Karena itu, satu-satunya cara Milan untuk bisa mempertahankan tradisi tampil di antarklub Eropa adalah dengan menjuarai Liga Champions ini. Suatu hal yang berat tapi peluang, sekecil apapun, tetap ada.

    Menilik kekalahan yang didapat dalam laga pertama babak 16 besar yang digelar di kandang sendiri atas Atletico Madrid pada 19 Februari lalu, keyakinan Pazzini tersebut sejauh ini layak digugat. Pasalnya, sepanjang sejarah Liga Champion, sangat jarang tim yang kalah 0-1 di kandang sendiri mampu lolos ke babak selanjutnya, yaitu hanya 12,4 persen dari 541 kesempatan.

    Namun, alih-alih percaya statistik, Pazzini tak mau menyerah sebelum bertanding. "Satu-satunya pilihan kami adalah pergi ke Spanyol dan memenangkan pertandingan. Kami akan berfokus untuk mewujudkannya," kata Pazzini.

    Tak jauh berbeda dengan Pazzini, pelatih Clarence Seedorf mengutarakan hal sama. "Kami cukup yakin bisa menang, sama besarnya dengan keyakinan kami untuk memenangkan pertandingan-pertandingan lainnya," ujar Seedorf. Pelatih asal Belanda itu pun mengaku sudah mempelajari permainan tim lawan di laga perdana. "Dari sana, kami tahu apa yang kira-kira bakal terjadi bagi kami di pertandingan nanti."

    Milan tidak akan diperkuat kapten Rocardo Montiolivo di pertandingan dinihari nanti akibat akumulasi kartu. Adapun Keisuke Honda dan Riccardo Saponara tidak bisa bermain lantaran pernah berlaga dengan tim berbeda pada musim kompetisi ini. Untungnya, penyerang utama Mario Balotelli sudah pulih 100 persen. Ketika menghadapi Udinese, Balotelli hanya masuk sebagai pemain pengganti.

    Di sisi lain, Atletico Madrid tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah menang 2-0 atas tuan rumah Celta Vigo di lanjutan La Liga Spanyol, lewat sepasang gol penyerang David Villa. Alhasil, Los Rojiblancos (julukan Atletico) terus menempel Real Madrid di puncak klasemen La Liga Spanyol. Mereka kini berada di peringkat kedua La Liga dengan 64 poin dari 27 pertandingan, tertinggal tiga poin dari Real Madrid dan unggul satu poin dari Barcelona yang berada di posisi ketiga.

    Dalam persiapan menjelang laga melawan Milan di pemusatan latihan tim di Mahadahonda, tim asuhan Diego Simeone itu terlihat santai. Kemenangan di laga perdana seolah melepaskan sedikit tekanan yang datang kepada mereka.

    Beberapa kali Diego Costa cs terbahak ketika melahap materi latihan yang diberikan Simeone. Simeone sendiri mendapat suntikan tenaga untuk pertandingan nanti, setelah gelandang Tiago sembuh dari cedera. Kini, semua pemain terbaik siap tampil menghadapi AC Milan. Milan layak waspada. Karena seperti kata David Villa di laman resmi klub. "Semua laga tersisa di musim ini akan seperti laga final bagi kami."


    ATLETICOMADRID.COM | FOOTBALL ITALIA | MILAN CHANNEL | ARIE FIRDAUS


    Berita Terpopuler
    5 Akal Bulus Sejoli Pembunuh Ade Sara

    Potongan Bodi Malaysia Airlines Ditemukan

    Sejoli Bersaing Siksa Ade Sara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.