Ancelotti: Madrid Harus Menang di Malaga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti memperhatikan para pemainnya beraltih untuk menghadapi El Clasico di Madrid (25/10). El Clasico yang akan berlangsung di Barcelona ini merupakan yang pertama bagi. REUTERS/Juan Medina

    Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti memperhatikan para pemainnya beraltih untuk menghadapi El Clasico di Madrid (25/10). El Clasico yang akan berlangsung di Barcelona ini merupakan yang pertama bagi. REUTERS/Juan Medina

    TEMPO.CO, Malaga - Pelatih Carlo Ancelotti memulai sesi latihan tim Real Madrid di Valdebebas, Rabu lalu, dengan sebuah permintaan serius. Pelatih Madrid asal Italia itu meminta timnya bisa meraih poin penuh ketika bertandang ke La Rosaleda, markas Malaga, dalam laga lanjutan La Liga Spanyol, dinihari nanti, Minggu, 16 Maret 2014.

    "Kita tidak boleh lengah dan bersantai pada pertandingan Sabtu (waktu setempat) nanti," kata Ancelotti kepada para pemain yang berdiri mengitarinya. Sambil menatap para pemainnya satu per satu, lantas ia berkata, "Karena pertandingan melawan Malaga nanti adalah partai final."

    Jika merujuk pada kalender kompetisi sepak bola Spanyol, pernyataan Don Carletto, julukan Ancelotti, itu sedikit berlebihan. Soalnya, La Liga Spanyol baru memasuki pekan ke-27. Artinya, setelah laga melawan Malaga, masih ada sepuluh laga yang harus mereka jalani.

    Namun, Ancelotti memang menganggap ke-10 laga itu seperti final. Meski pada awal musim tercecer dari Barcelona dan Atletico Madrid, kini Los Galacticos (julukan Madrid) menguasai klasemen. Dengan 67 poin, mereka unggul tiga poin dari Atletico dan terpaut empat angka dari Barca. Madrid harus terus menang untuk memastikan diri bisa menjadi juara.

    Laga melawan Malaga juga menjadi penting karena setelah itu, tepatnya 23 Maret mendatang, Madrid akan melawan Barcelona. Ancelotti pun mafhum akan pentingnya laga yang dikenal sebagai El Classico itu. Maka, ia ingin para pemainnya tenang ketika menjalani pertandingan tersebut. Caranya adalah tetap memastikan jarak empat poin di antara kedua tim terjaga hingga laga itu terjadi.

    "Menghadapi Barcelona dengan keunggulan empat poin di klasemen sangat berbeda jika hanya dipisahkan satu atau dua poin," kata Ancelotti. "Jadi, kami harus menang atas Malaga dan menjaga selisih empat poin, karena berdampak bagus untuk menjaga kepercayaan diri kami. Kami akan lebih tenang."

    Harapan untuk meraih poin penuh di kandang Malaga sepertinya tak akan susah. Malaga tak sekuat musim lalu, ketika ditangani Manuel Pellegrini. Meski pekan lalu menang 2-0 atas tuan rumah Osasuna, mereka masih terjerembap di peringkat ke-14 dan hanya unggul tiga angka dari tim di zona degradasi.

    Ancelotti tak bisa menurunkan Sergio Ramos karena terkena akumulasi kartu kuning. Posisi Ramos sendiri ada kemungkinan bakal diisi Pepe, yang absen pekan lalu. Pemain belakang asal Portugal itu mungkin akan ditemani bek muda yang baru sembuh dari cedera panjang, Raphael Varane.

    Di lini depan, Ancelotti pun sepertinya akan tetap menurunkan trio BBC: Bale, Benzema, Cristiano. Trisula ini memang menjadi kunci dari formasi 4-3-3 andalan Ancelotti. Ketiga pemain memiliki kemampuan menawan dan kecepatan prima sehingga sering kali "membunuh" lawan dalam satu serangan balik cepat. Trio BBC sejauh ini telah mencetak 49 gol dari total 76 gol Real Madrid di La Liga.

    MARCA | REALMADRID | ARIE FIRDAUS

    Berita Terpopuler
    Video Asusila Kiai Beredar, Warga Puncak Heboh
    Ekspresi Ahok Saat Detik-detik Deklarasi Jokowi
    Ini Catatan Pengusaha kepada Jokowi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.