Dijamu Madrid, Schalke Lempar Handuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Schalke 04 Julian Draxler, yang juga disebut-sebut sebagai wonderkid Jerman menjadi incaran Arsene Wenger setelah Draxler tidak memperpanjang kontraknya. REUTERS

    Gelandang Schalke 04 Julian Draxler, yang juga disebut-sebut sebagai wonderkid Jerman menjadi incaran Arsene Wenger setelah Draxler tidak memperpanjang kontraknya. REUTERS

    TEMPO.CO, Madrid – Bagi kebanyakan pemain, bertanding melawan tim sebesar Real Madrid di stadion semegah Santiago Bernabeu merupakan momen unik yang bakal dinikmati dan dikenang selamanya.

    Tapi, hal itu tak akan berlaku jika tampil di sana dalam sebuah pertandingan yang tak lagi menentukan. Itu pula yang dirasakan para pemain Schalke 0-4. Kekalahan 1-6 dari Madrid dalam leg pertama 16 Besar Liga Champions di Veltins Arena tiga pekan silam membuat pertemuan kedua di Bernabeu, Rabu dini hari WIB, menjadi sekadar formalitas.

    Karenanya, pelatih Jens Keller tak akan terlalu memikirkan pertandingan ini. Terlebih, Schalke tengah bersaing memperebutkan tiket ke Liga Champions musim depan. Saat ini mereka masih menduduki peringkat ketiga dengan 47 poin. Tapi, posisi mereka belum aman karena hanya terpaut tiga poin dengan Bayer Leverkusen yang membuntuti di peringkat keempat.

    Jadi, Schalke memilih menaruh perhatian lebih besar pada sembilan laga tersisa di Bundesliga musim ini termasuk saat menjamu Eintracht Braunschweig akhir pekan ini.

    "Bermain di Bernabeu adalah sesuatu yang diinginkan setiap pemain, setidaknya sekali. Tapi, bagi kami situasinya berbeda setelah kekalahan 1-6. Kami cukup realistis untuk tak terlalu berharap dalam pertandingan ini. Meski begitu, kami tetap ingin bermain baik," kata gelandang Julian Draxler.

    Draxler akan sangat memahami jika pelatihnya mengistirahatkan sejumlah pemain pilar Schalke lawan Madrid agar mereka dalam kondisi bugar untuk laga Bundesliga. "Pelatih yang memutuskan. Saya memperkirakan kami akan menyimpan sejumlah pemain inti meski hal ini terdengar konyol karena dilakukan saat melawan tim seperti Madrid. Pada situasi yang kami alami sekarang, Bundesliga adalah kompetisi terpenting. Dan, tak menurunkan kekuatan penuh lawan Madrid mungkin keputusan tepat," kata Draxler.

    Meski begitu, Draxler sendiri berharap dirinya tetap diturunkan. "Saya sudah terlalu lama absen karena cedera sehingga saya akan senang untuk turun ke lapangan. Karenanya, saya harap saya tak diistirahatkan," katanya.

    MARCA | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.