Timnas U-14 Jalani Uji Coba Sebelum ke Jepang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fachry Husaini. TEMPO/Santirta M.

    Fachry Husaini. TEMPO/Santirta M.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim nasional sepak bola Indonesia usia di bawah 14 tahun (timnas U-14) menjalani laga uji coba melawan tim Akademi Sepak Bola Intinusa Olah Prima (Asiop) Apacinti di Lapangan C, Gelangggang Olahraga Bung Karno, Jakarta, Rabu petang, 26 Maret 2014. Dalam pertandingan pemanasan sebelum mengikuti turnamen internasional di Jepang itu, timnas menang 7-0.

    Namun kemenangan besar itu tidak membuat Fachry Husaini, pelatih timnas U-14, girang. Soalnya, dia tidak mematok skor. "Yang saya tekankan kepada pemain adalah bagaimana mereka bertahan saat kehilangan bola dan itu mereka lakukan dengan baik sore ini," katanya saat ditemui wartawan seusai pertandingan. "Saya puas dengan apa yang mereka perlihatkan. Mereka juga menunjukkan kemampuan individu yang baik."

    Timnas U-14 akan berpartisipasi dalam turnamen usia dini yang bertajuk Japan-East Asian Football Exchange U-14 Youth Football Festival di Jepang pada 2-9 April 2014. Pertandingan melawan sekolah sepak bola asal Jakarta itu bisa jadi merupakan uji tanding terakhir mereka. Tim pelatih akan melihat hasil pemulihan fisik pemain sebelum memutuskan perlunya menggelar pertandingan lain. Tunas sepak bola Indonesia itu memiliki tiga sesi latihan sebelum beranjak ke Negeri Sakura. "Akan dipergunakan untuk melatih bagaimana menyerang dengan baik," kata Fachry, punggawa timnas era 1990-an.

    Fachry, 48 tahun, menilai lini depan timnas U-14 masih lemah. "Mereka banyak menyia-nyiakan peluang," ujar mantan pengatur serangan andalan Pupuk Kaltim itu.

    Sesuai dengan filosofi pembinaan pemain sepak bola berusia dini, eks pelatih tim Pekan Olahraga Nasional Kalimantan Timur dan Bontang FC itu tidak membebani anak-anak asuhnya dengan target juara. "Kalau kami menekan, itu sama dengan membunuh mereka," ujarnya. "Target kami adalah memainkan sepak bola yang baik. Juara itu bonus."

    Fachry, yang juga menangani timnas U-17, mengatakan pembinaan pemain sepak bola berusia dini harus semakin digiatkan. "Caranya dengan mengadakan kompetisi usia dini di daerah-daerah," katanya. "Selama ini hanya ada di Jakarta."

    GADI MAKITAN

    Baca Juga:

    Liga Indonesia | Liga Inggris | Liga Spanyol | Liga Italia | Liga Champions | Piala Dunia 2014 | Transfer Pemain

    Berita Bola Lain:

    Barca Siap habiskan Dana Transfer Rp 1,8 Triliun
    Bayern Munchen Pastikan Gelar Juara Bundesliga di Berlin
    Persebaya Kesulitan Cari Lawan Uji Coba


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.