Juventus Buru Rekor Poin Terbanyak di San Paolo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Juventus Paul Pogba (dua kanan) berselebrasi bersama rekan-rekan timnya usai menundukkan Fiorentina di pertandingan Liga Europa babak 16 besar leg kedua di stadion Artemio Franchi, Florence, Italy (20/3). Juventus melaju ke babak perempat final setelah menyingkirkan Fiorentina dengan agregat 2-1.  (AP Photo/Daniele Badolato, LaPresse)

    Pemain Juventus Paul Pogba (dua kanan) berselebrasi bersama rekan-rekan timnya usai menundukkan Fiorentina di pertandingan Liga Europa babak 16 besar leg kedua di stadion Artemio Franchi, Florence, Italy (20/3). Juventus melaju ke babak perempat final setelah menyingkirkan Fiorentina dengan agregat 2-1. (AP Photo/Daniele Badolato, LaPresse)

    TEMPO.CO , Napoli: Dinihari nanti, Senin, 31 Maret, di kandang Napoli, Juventus berambisi mematahkan rekor poin terbanyak dalam satu musim yang selama ini dipegang Inter Milan. Tim berjuluk La Vecchia Signora alias Si Nyonya Tua itu sudah berpikir lebih jauh dari soal juara Seri A Liga Italia.

    Musim ini, Juventus melenggang sendirian menuju scudetto atau juara dengan tujuh kemenangan beruntun. Kemenangan terakhir mereka raih saat menjamu Parma di Stadion Juventus, kandang Juventus, Kamis dinihari lalu. Saat itu, Si Nyonya Tua sukses membungkam Parma dengan skor 2-1.

    Hasil itu, selain menjadi kemenangan ketujuh yang mereka raih secara beruntun, menjadikan mereka sebagai satu-satunya tim Seri A di musim ini yang tak terkalahkan dalam 22 laga berturut-turut.

    Tak mengherankan jika Juventus kemudian anteng di puncak klasemen. Mereka mengemas 81 poin, jauh dari kejaran AS Roma di peringkat kedua yang baru mengoleksi 67 poin dan Napoli di peringkat ketiga yang baru mengemas 61 poin.

    Dengan hanya delapan pertandingan tersisa, sangat sulit bagi Roma dan Napoli untuk mengejar ketertinggalan mereka. Rudi Garcia, pelatih Roma, bahkan telah melempar handuk putih. Gelar Seri A hanya tinggal persoalan waktu bagi Juventus.

    "Saya sangat senang dan puas dengan apa yang telah kami capai, karena untuk mencapai tahap ini tidaklah mudah," kata pelatih Juve, Antonio Conte. "Tapi kami tetap harus bermain konsisten karena bagaimanapun kompetisi belum berakhir," Conte melanjutkan.

    Paul Pogba, pemain tengah Juventus, setuju atas hal itu. Ia menilai Juventus tak boleh mengendurkan permainan karena kini mereka berpeluang mematahkan rekor poin terbanyak dalam satu musim yang selama ini dipegang Inter Milan dengan 97 poin pada musim 2004-2005.

    Dengan delapan laga tersisa, berarti masih ada 24 poin lagi yang bisa mereka raih. Jika Juventus bisa memenangi semua laga itu, mereka akan mengemas 105 poin pada akhir musim nanti. "Kami harus tetap bermain dengan kejam agar bisa mencapai rekor itu," kata Pogba.

    Ujian terberat mereka untuk mencetak rekor baru itu akan datang dari Napoli. Kedua tim akan bertemu di Stadion San Paolo, kandang Napoli, dinihari nanti. "Laga melawan Parma penting dalam hal scudetto," kata Pogba. "Sementara laga melawan Napoli penting untuk mencapai rekor kami."

    Napoli, meski hampir tak mungkin lagi mengejar perolehan poin Juventus, tetap akan memberi perlawanan sengit. Sebab, mereka punya target menggeser AS Roma dari peringkat kedua dalam klasemen. "Kami masih menginginkan posisi mereka," kata pelatih Napoli, Rafel Benitez.

    Benitez berpeluang mengejar Roma karena dinihari nanti Juventus tak akan menurunkan penyerang andalan mereka, Carlos Tevez, lantaran akumulasi kartu. Tevez adalah pencetak gol terbanyak Seri A musim ini dengan 18 gol.

    Selain Tevez, Conte mungkin belum bisa menurunkan Angelo Ogbonna, Andrea Barzaglli, dan Sebastian Giovinc karena ketiganya masih dibekap cedera. "Ini sungguh membuat saya cemas," kata Conte.

    Absennya para pemain itu, terutama Tevez, setidaknya bisa membuat pasukan Partenopei—julukan Napoli—sedikit bernapas lega karena mereka akan lebih leluasa saat menyerang. Benitez pun telah meminta para pemainnya untuk bermain menekan sejak menit awal.

    Maklum, dalam laga sebelumnya, Si Nyonya Tua mempermalukan mereka dengan skor telak 0-3. Kini saatnya membalas sakit hati tersebut. "Kami harus memenangi laga ini," kata Benitez.

    Tapi, meski tanpa Tevez, tetap saja tak akan mudah mengejar lari Si Nyonya Tua. Sebab, langkah mereka seperti gadis remaja yang berlari tanpa beban—karena scudetto sudah hampir pasti di tangan.


    FOOTBALL ITALIA | SKY SPORTS | GOAL | DWI RIYANTO AGUSTIAR


    Berita Terpopuler
    Akhirnya Polisi Temukan Bayi dan Penculiknya

    Penculik Bayi Bandung Sempat Mau Bunuh Diri

    Ke Suami, Penculik Mengaku Baru Lahirkan Bayi




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.