Khawatir Aremania Berulah, Arema Perketat Keamanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung Arema. Tempo/Nurdiansah

    Pendukung Arema. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia pelaksana pertandingan mewanti-wanti kepada seluruh pendukung Arema untuk tak menyalakan cerawat atau flare saat tim kebanggaan mereka menjamu wakil Maladewa, Maziya Sports and Recreations, dalam lanjutan kompetisi Piala Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC Cup di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa sore, 1 April 2014. (Baca: Arema Bertekad Kalahkan Lagi Maziya)

    “Menyalakan flare, melempar benda apa pun ke dalam lapangan, atau bermain laser diharamkan selama laga berlangsung. Jika Arema didenda AFC akibat ulah supporter, maka manajemen akan melimpahkan dendanya ke oknum Aremania yang berbuat. Jangan sampai tindakan itu merugiakan Arema dan Aremania sendiri,” kata Abdul Harris, sang ketua panitia pelaksana, kemarin.

    Ancaman itu ditegaskan Harris karena panitia pelaksana pertandingan mendapat teguran keras dari AFC melalui pengawas pertandingan saat Arema menjamu wakil Vietnam, Hanoi T&T, pada Selasa, 11 Maret 2014. Menjelang laga berakhir, ada Aremania--pendukung Arema--yang menyulut cerawat. Ada juga Aremania yang melemparkan botol air mineral ke bangku tim tamu.

    Untuk itu, panitia melipatgandakan personel keamanan. Bila biasanya sekitar 300 personel yang dikerahkan, kali ini dikerahkan 800 personel saat Arema menjamu Maziya. Personel keamanan yang dikerahkan termasuk polisi wanita, yang ditugaskan untuk memeriksa pendukung Aremanita--wanita pendukung Arema--lantaran diduga cerawat yang masuk ke dalam stadion diselipkan lewat Aremanita agar lolos dari pemeriksaan. Sebelumnya, Aremanita memang tidak diperiksa oleh petugas di pintu masuk yang semuanya lelaki.

    Selain itu, disiapkan tim khusus yang berbaur bersama pendukung. Petugas khusus ini bertugas mengamankan oknum pendukung yang dinilai melakukan tindakan merugikan untuk Arema selama pertandingan berlangsung.

    “Apalagi sekarang ini kan masih momen politik, berbarengan masa kampanye. Kami tak ingin kecolongan ada tindakan yang merugikan,” ujar Harris.



    ABDI PURMONO

    Topik terhangat:
    MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Dokter TNI AU

    Berita terpopuler lainnya:
    Yahoo! Bikin Tandingan YouTube
    Putin Ingin 'Hidupkan' Kembali Uni Soviet
    The Raid Dilarang Tayang di Malaysia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?