Dibantai Everton, Wenger Tak Galau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemain Arsenal tertunduk usai mengalami kekalahan saat bertamu ke Everton dalam laga Liga Premier Inggris di Goodison Park, Liverpool, Inggris, (6/4). Everton libas Arsenal 3-0. (AP Photo/Jon Super)

    Sejumlah pemain Arsenal tertunduk usai mengalami kekalahan saat bertamu ke Everton dalam laga Liga Premier Inggris di Goodison Park, Liverpool, Inggris, (6/4). Everton libas Arsenal 3-0. (AP Photo/Jon Super)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebobolan tiga gol di GoodisonPark, menjadi episode muram terbaru bagi The Gunners, Arsenal. Kekalahan di game penting ini membuat poin mereka hanya berselisih satu dengan Everton. Celakanya, Everton masih menyimpan satu game lagi. 

    Manajer Arsenal, Arsene Wenger – yang sudah menangani klub ini sejak 1996 tak bisa menyembunyikan kesedihannya. “Akan sulit buat kami untuk finish di Empat Besar,” katanya. 

    Masuk ke posisi Empat Besar merupakan dambaan setiap klub Liga Primer. Berada di zona ini, berarti mereka memiliki kesempatan untuk berlaga di Liga Champions, kompetisi paling bergengsi dan mahal hadiahnya di daratan Eropa. 

    Dengan kekalahan ini, Wenger menganggap hal pertama yang harus dibenahi dari klubnya adalah kembali fokus pada kualitas penampilannya. “Kami harus fokus ke sana,” katanya seusai pertandingan. 

    Wenger sepenuhnya menaruh kepercayaan pada anak buahnya di lapangan. “Soal semangat tim sih tidak perlu dipertanyakan lagi. Hanya saja kami kehilangan kepercayaan diri. Kami terlihat tercerai-berai setelah kebobolan,” katanya.

    Toh begitu, Wenger tak mau larut berlama-lama. Katanya, dia akan segera menganalisis semua yang terjadi dalam pertandingan itu. “Kami harus kembali.” 

    BBC|IB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.