MU dan Kesalahan Siswa Sekolah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manajer Manchester United, David Moyes (tengah) bersama sejumlah pemiannya dalam sesi latihan di Carrington, Manchester, Inggris, (31/3). MU akan menjamu Bayern Munchen dalam laga Leg pertama perempat final Liga Champion. (AP Photo/Jon Super)

    Manajer Manchester United, David Moyes (tengah) bersama sejumlah pemiannya dalam sesi latihan di Carrington, Manchester, Inggris, (31/3). MU akan menjamu Bayern Munchen dalam laga Leg pertama perempat final Liga Champion. (AP Photo/Jon Super)

    TEMPO.CO, Jakarta - Manchester - Pelatih Manchester United, David Moyes, berang atas kelakuan para pemainnya yang gagal mempertahankan keunggulan 1-0 atas tuan rumah Bayern Muenchen, Kamis dinihari lalu. Bermain di Stadion Allianz-Arena, United sempat unggul setelah Patrice Evra mencetak gol pada menit ke-57, tapi disamakan Muenchen semenit setelahnya lewat tandukan kepala Mario Mandzukic. 

    Akibat gol balasan tersebut, mental para pemain United seperti ambruk. Akibatnya, dua gol tambahan bersarang ke gawang David De Gea, yaitu lewat Thomas Mueller pada menit ke-68 dan Arjen Robben pada menit ke-76. Muenchen pun lolos ke babak semifinal dengan skor agregat 4-2.

    "Para pemain seperti melupakan ilmu yang didapat saat sekolah dulu. Ketika Anda mencetak gol, pastikan Anda tak kebobolan," kata Moyes, mengkritik Wayne Rooney cs, Kamis, 10 April 2014.

    Kekalahan atas Muenchen semalam membuat United tak bisa meraih satu gelar juara pun pada musim ini. The Red Devils telah gagal di Liga Champion, Piala FA, dan Piala Liga Inggris. Begitu juga di Liga Primer Inggris. Dengan enam laga tersisa, mereka maksimal hanya bisa menambah 18 poin, jumlah angka yang tak cukup untuk menyalip Liverpool, Chelsea, atau Manchester City.

    Apesnya, mereka bahkan tak punya cukup daya untuk sekedar berlaga di Liga Europa, yang notabene merupakan kompetisi kasta kedua di Benua Biru. United kini tertinggal enam angka dari Everton, yang berada di peringkat kelima, yang merupakan batas terbawah untuk bisa berlaga di kompetisi tersebut.

    EUROSPORT | ARIE FIRDAUS

    Berita lain:
    Rekor Baru Pep Guardiola di Liga Champions 
    Nasib Muenchen dan Atletico Ditentukan Esok
    Atletico Madrid, Setelah 40 Tahun Menunggu
    Atletico Singkirkan Barcelona di Liga Champions
    Ini Rahasia Atletico Taklukkan Barcelona 
    Ramos: Madrid Lawan Chelsea? Siapa Takut  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.