Messi Dikhawatirkan Jadi Kartu Mati di Barca  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona Lionel Messi (tengah) saat menghindari tekel dari pemain Atletico Madrid's Tiago (kanan) dan Jorge

    Pemain Barcelona Lionel Messi (tengah) saat menghindari tekel dari pemain Atletico Madrid's Tiago (kanan) dan Jorge "Koke" Resureccion pada pertandingan Liga Championsleg pertama di stadion Camp Nou, Barcelona (1/4). REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Barcelona - Lionel Messi adalah salah satu penyebab kekalahan Barcelona melawan Atletico Madrid pada babak perempat final Liga Champions Eropa. Pada pertandingan kedua di Stadion Vicente Calderon, Madrid, Spanyol, Kamis, 10 April 2014, Messi hanya berlari 6,8 kilometer sepanjang 95 menit atau hanya 1,4 km lebih panjang dari penjaga gawang Barca, Jose Manuel Pinto. Sedangkan dibandingkan pencetak gol kemenangan Atletico, Koke, yang berlari sepanjang 12,2 km, pergerakan Messi jelas hanya setengahnya.   

    Sebelum menjalani pertandingan di kandang Atletico, Messi sering menjadi penentu kemenangan Barca atau menjadi penyelamat klub Catalan itu saat keadaan kritis. Tapi dari statistik pertandingan yang dipublikasikan di situs Asosiasi Persatuan Sepak Bola Eropa (UEFA), penyerang dari Argentina tersebut malah menjadi titik lemah timnya (Baca: Messi Dituding Tak Menghargai Penggemar)

    Dalam pertandingan di Liga Champions sebelumnya, rata-rata pergerakan Messi adalah 8,2 km. Situs UEFA juga menunjukkan data yang mengejutkan tentang jumlah umpan yang dilakukan mantan pemain terbaik dunia dan Eropa itu, hanya 60 persen. Padahal, pada tujuh pertandingan Liga Champions sebelumnya, persentase umpan yang dilakukannya di atas angka 77.   

    Penampilan buruk Messi, terutama pada babak kedua, membuat Barca kalah 0-1 di Atletico, sehingga gagal maju ke semifinal Liga Champions karena kalah rata-rata 1-2 dalam dua kali pertemuan dengan klub yang menjadi tetangga Real Madrid itu.

    Pelatih Barcelona, Gerardo Martino, mengakui penampilan Messi yang jauh menurun pada babak kedua, ketika bermain di sayap. Messi tampak tidak berusaha banyak berlari dan kerap menghindari risiko mendapat jegalan yang keras dari lawan.  

    "Kami sebenarnya mengharapkan kontribusinya yang lebih besar dari sekadar berhadap satu lawan satu di sayap kanan," kata Martino dalam konferensi pers setelah pertandingan di Atletico. "Untuk itu, kami punya Cesc (Fabregas) sebagai penyerang 'lubang'. Messi punya dua peluang dari umpan bola diagonal dan dia datang untuk menjemput bola. Dia tidak begitu terlibat di babak kedua dan itu benar," Martino menambahkan.

    Pemain Barca lainnya, penyerang Neymar berlari sepanjang 9 kilometer dalam pertandingan itu. Gelandang, Andres Iniesta berlari 7,7 kilometer dalam penampilan ke-500 kalinya tersebut untuk Barca, tetapi yang mengejutkan, Iniesta diganti oleh Martino pada 20 menit sebelum pertandingan berakhir. "Itu mengejutkan," kata Iniesta kepada Canal Plus. "Tapi, keputusan itu adalah wewenang pelatih," Iniesta melanjutkan. Gelandang pengatur pemainan Barca dan Spanyol itu menegaskan dia tidak mengalami cedera apapun, hal yang sempat diduga sebagai alasan Martino menggantinya.

    Kini, dengan penampilan Messi yang sedang menurun dan keputusan kontroversial Martino soal Iniesta, Barca menyongsong pertandingan La Liga Spanyol, Minggu dinihari mendatang, 13 April 2014, di kandang Granada. Setelah tersingkir di Liga Champions, Barca memburu gelar juara La Liga dan mempersiapkan diri menghadapi Real Madrid pada final Piala Copa del Rery atau Piala Raja Spanyol. Tapi, sang bintang. Messi, kini dikhawatirkan berubah dari kartu As buat Barca menjadi kartu mati.

    GUARDIAN | INDEPENDENT | UEFA | PRASETYO

    Berita Terpopuler:

    Ini Rahasia Atletico Taklukkan Barcelona
    Timnas U-19 Kembali Hadapi Oman 
    Moyes: Pertahanan MU Seperti Anak-anak Sekolah  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.