Benitez Bernafsu Kalahkan Inter Milan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rafael Benitez saat pertandingan antara Chelsea dan Fulham di Stadion Stamford Bridge, London, (28/11). Chelsea, dibawah pelatih Benitez, kembali bermain imbang tanpa gol di kandang sendiri. AP/Matt Dunham

    Rafael Benitez saat pertandingan antara Chelsea dan Fulham di Stadion Stamford Bridge, London, (28/11). Chelsea, dibawah pelatih Benitez, kembali bermain imbang tanpa gol di kandang sendiri. AP/Matt Dunham

    TEMPO.CO, Napoli - Rafael Benitez berdiri di depan para pemainnya di tim Napoli, Sabtu lalu. Inilah latihan terakhir Napoli sebelum melawat ke Kota Milan untuk menantang Inter Milan dalam laga lanjutan Liga Seri A di Stadio Giuseppe Meazza, dinihari nanti, Minggu, 27 April 2014.

    "Saya tidak ingin kejadian melawan Udinese terulang di sana (Giuseppe Meazza) karena kita tidak boleh membuang-buang poin," kata Benitez memberi wejangan. "Bagaimana pun, posisi kita belum aman (Baca: Jadwal Liga di Eropa dan Klasemen)."

    Pekan lalu Napoli ditahan imbang 1-1 oleh Udinese di Stadio Communale Friuli. Hasil ini membuat Napoli tetap tertahan di peringkat ketiga klasemen dengan 68 poin. Di bawah mereka ada Fiorentina, yang mengoleksi 58 poin.

    Selisih kedua tim memang jauh, yakni 10 poin. Namun, kompetisi masih menyisakan empat pertandingan. Artinya, secara matematis Fiorentina bisa mendongkel mereka dari peringkat ketiga.

    Jika hal itu terjadi, target Napoli untuk finis di urutan tiga besar dan meraih satu tiket ke Liga Champions musim depan bakal kandas. Itu sebabnya Benitez menyebutkan mereka belum aman. "Sekarang kami harus memenangi laga ini," katanya.

    Benitez, selain berambisi mendapatkan tiket ke Liga Champions, punya motif lain: balas dendam. Inter Milan adalah tim yang pernah membuatnya kehilangan muka saat ia didepak dari klub tersebut pada Desember 2010.

    Pelatih berusia 54 tahun ini datang ke Inter sebagai pelatih dalam bursa transfer musim panas 2010. Namun, mereka memecatnya enam bulan kemudian. Benitez dinilai gagal.

    Padahal, dalam waktu yang singkat itu, ia telah menyumbangkan Piala Super Italia dan Piala Dunia Antarklub. Lebih menyakitkan lagi, pemecatan itu terjadi hanya dua hari sebelum Natal. Pelatih asal Spanyol ini pun melewati Natal sebagai pengangguran.

    Tak mengherankan jika Benitez begitu bernafsu memukul Inter. Apalagi ini adalah lawatan pertamanya ke markas Inter setelah pemecatannya. Kemenangan di Giuseppe Meazza akan menjadi pukulan telak bagi Inter, yang sedang memburu tiket Liga Europa.

    Benitez cukup optimistis timnya bisa memetik tiga poin karena, dari lima pertemuan terakhir kedua tim, Inter hanya sekali menang. Sedangkan Napoli mengantongi empat kemenangan. Bahkan, dalam pertemuan terakhir pada Desember lalu, mereka mencukur Inter 4-2!

    FOOTBALL ITALIA | SKY SPORTS | REUTERS | DWI RIYANTO AGUSTIAR

    Terpopuler
    Timnas U-19 Siap Bersaing di Grup B Piala Asia
    Tito Vilanova Meninggal
    Jadi Manajer MU, Giggs: Momen Paling Membanggakan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.