Aksi Makan Pisang Alves Raih Dukungan Global

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola FC Barcelona Daniel Alves merayakan golnya setelah berhasil membobol gawang Levante dalam pertandingan La Liga Spanyol di stadion Camp Nou di Barcelona, Spanyol, Minggu (18/8). AP/Manu Fernandez

    Pesepak bola FC Barcelona Daniel Alves merayakan golnya setelah berhasil membobol gawang Levante dalam pertandingan La Liga Spanyol di stadion Camp Nou di Barcelona, Spanyol, Minggu (18/8). AP/Manu Fernandez

    TEMPO.CO, Madrid – Bek Barcelona, Daniel Alves, mendapat dukungan dari berbagai pihak di seluruh dunia atas “aksi makan pisang” yang dilakukannya dalam laga La Liga lawan Villarreal di El Madrigal, Minggu, 27 April 2014.

    Insiden itu terjadi saat Alves hendak melakukan tendangan sudut. Sebuah pisang dilempar ke lapangan oleh seorang suporter tuan rumah. Ini merupakan bentuk pelecehan rasisme yang bermaksud menyamakan pemain yang bersangkutan dengan seekor kera.

    Namun Alves tampak tak terganggu dengan aksi tersebut. Bukannya melaporkan kejadian itu kepada hakim garis yang berdiri di dekatnya, ia justru memungut pisang tersebut, mengupasnya, dan memakannya sebelum kemudian kembali melanjutkan pertandingan.

    "Kita harus menanggapi semua itu dengan rasa humor. Kami telah sering mengalami perlakuan seperti ini selama di Spanyol,” kata Alves.

    Reaksi Alves mendapat dukungan dari berbagai pihak dengan mengunggah foto mereka di media sosial sambil menyantap pisang dengan hashtag, "Kita semua adalah kera."

    Para pemain Brasil, seperti Neymar, Fernandinho, Bebeto, Hulk, dan Julio Baptista, langsung memberikan dukungan mereka lewat pesan di Instagram. Begitu juga dengan Sergio Aguero, David Luiz, dan Mousa Dembele.

    Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) Ángel María Villar mengecam insiden di El Madrigal tersebut dengan menegaskan, "Sepak Bola Spanyol menentang rasisme dan xenophobia."

    Presiden FIFA Joseph Blatter melontarkan pernyataan yang lebih keras. "Yang ditoleransi oleh Dani Alves semalam adalah tindakan yang biadab. Kita harus memerangi semua bentuk diskriminasi. Tak akan ada toleransi di Piala Dunia nanti," kata Blatter.

    Adapun Presiden Brasil Dilma Rousseff memuji Alves atas sikapnya terhadap perlakuan rasisme itu. Dalam pernyataannya di akun Twitter resmi miliknya, Rousseff menyebut aksi Alves sebagai respons yang berani dan keras terhadap rasisme dalam olahraga. Sang Presiden juga menegaskan Brasil akan menjadi yang terdepan dalam memerangi rasisme dalam olahraga selama Piala Dunia 2014. Ia menggunakan hashtag #CopaContraORacismo (Piala Dunia melawan rasisme).

    MIRROR | MARCA | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.