Kalah, Pelatih Juventus: Benfica Ulur-ulur Waktu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antonio Conte. REUTERS/Stefano Rellandini

    Antonio Conte. REUTERS/Stefano Rellandini

    TEMPO.CO, Turin - Pelatih Juventus, Antonio Conte, memiliki pandangan soal penyebab kekalahan timnya di Liga Europa. Si Nyonya Tua tersingkir oleh Benfica setelah hanya bermain imbang 0-0 pada leg kedua semifinal, Jumat dinihari, 2 Mei 2014. Pekan lalu, mereka keok 1-2 di Estadio da Luz, Lisbon, kandang wakil Portugal tersebut.

    "Mereka terus-menerus membuang waktu dengan menghentikan permainan," kata Conte, seusai pertandingan leg kedua di Stadion Juventus, Turin. Menurut hitung-hitungan pelatih Italia ini, dari 90 menit waktu pertandingan, rata-rata bola bergulir dalam setiap pertandingan adalah 60 menit. "Tapi dalam pertandingan ini hanya 40 menit."

    Conte, 44 tahun, menilai Juventus lebih layak melaju ke final, yang digelar di kandang mereka pada 14 Mei nanti. "Kami menggapai mimpi, tapi gagal mewujudkannya," katanya.

    Dia mengatakan Benfica--yang kehilangan dua pemain karena kartu merah--memanfaatkan pengalamannya di Liga Europa. Kampiun Portugal itu hampir tidak pernah absen di kompetisi Eropa. Musim lalu, tim berjuluk Aguias alias Elang itu mencapai final sebelum takluk oleh Chelsea. "Malam ini, mereka menunjukkan kemampuan mengatasi tekanan," ujar mantan gelandang Juventus dan tim nasional Italia itu.

    Conte meminta anak-anak asuhnya untuk tetap menegakkan kepala karena telah memberikan segenap kemampuannya dalam pertandingan tersebut. "Kami layak dapat hasil lebih baik, tapi beginilah sepak bola," katanya.

    Juventus menyisakan satu kompetisi, yaitu Seri A. Mereka hanya butuh dua poin--minimal dua kali seri--dalam tiga pertandingan terakhir untuk bisa menjuarai kompetisi tertinggi di Italia tersebut. Nyonya Tua akan menghadapi Atalanta, Senin nanti, lalu Roma pada 9 Mei, dan Cagliari pada 18 Mei. "Sekarang kami berfokus pada Seri A dan meraih scudetto ke tiga kami dalam tiga musim berturu-turut," ujar Conte. Scudetto merupakan sebutan bagi juara Italia. Juventus telah memperolehnya 29 kali, termasuk dua musim terakhir.

    Sedangkan Benfica melaju ke final menantang Sevilla--pada saat yang sama mengalahkan sesama tim Spanyol, Valencia.



    GOAL | REZA MAULANA

    Berita terpopuler:
    Terungkap, Moyes Kecewa Berat pada Bintang MU Ini
    Rooney Tak Mau MU Dilatih Louis van Gaal
    Casillas: Real Madrid Bukan Favorit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.