Rio Ferdinand Masih Ingin di MU  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Ferdinand. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Rio Ferdinand. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, London - Bek Manchester United Rio Ferdinand berharap dia masih memiliki masa depan di klub berjuluk Setan Merah ini setelah kontraknya habis pada musim panas ini. Namun, ia belum membuat keputusan apa pun karena menunggu siapa yang bakal menjadi manajer baru MU, pengganti David Moyes, sebelum mengambil keputusan terhadap masa depannya.

    Pemain berusia 35 tahun ini telah 12 tahun memperkuat MU. Ia telah 311 kali tampil dan mencetak tujuh gol bersama Setan Merah. Ia dikabarkan akan gantung sepatu pada akhir musim kompetisi 2013-2014 ini.

    Bek yang juga telah 81 kali memperkuat tim nasional Inggris ini menyatakan keinginannya tetap ingin memperkuat MU. "Saya masih fit, sehat, dan ingin tetap bermain," ujar Ferdinand. "Saya telah berbicara dengan banyak teman, yang hampir semua menyarankan saya agar terus bermain selagi masih mampu."

    Menurut dia, saat ini MU dalam posisi tidak dapat membuat keputusan apa pun. "Tidak relevan kalau sekarang saya katakan saya ingin ini atau itu. Hal ini disebabkan saya masih harus menunggu siapa yang akan menjadi manajer baru. Setelah semuanya jelas, barulah saya putuskan ke depan saya harus bagaimana," katanya.

    MU yang merupakan juara bertahan Liga Primer Inggris kini merosot di urutan ketujuh klasemen sementara Liga Primer Inggris. Keterpurukan pada musim kompetisi ini memakan korban dengan dipecatnya manajer barunya, David Moyes.

    ESPN | AGUS BAHARUDIN

    Berita Terpopuler
    Persib Vs Persija, Viking dan The Jak Tawuran
    Ini Dia Kesalahan Pertama Van Gaal kepada MU
    Petr Cech Absen 10 Pekan
    Guardiola, Pelatih Paling Tajir
    Alfred Riedl Pulangkan Greg Nwokolo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.