Rodgers: Liverpool dalam Semangat Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brendan Rodgers. REUTERS/Darren Staples

    Brendan Rodgers. REUTERS/Darren Staples

    TEMPO.CO, London - Manajer Liverpool Brendan Rodgers menyatakan timnya dalam semangat tinggi menghadapi pertandingan ke-38 atau terakhir sekaligus penentu juara Liga Primer Inggris 2013-2014, melawan tamunya, Newcastle, di Stadion Anfield, Ahad malam ini, 11 Mei 2014. Liverpool sebelumnya mendapat pukulan hebat ketika ditahan imbang 3-3 oleh Crystal Palace, 5 Mei lalu.

    Hasil seri dari Palace itu meruntuhkan mental para pemain Liverpool, khususnya Luis Suarez yang sampai menangis saat meninggalkan lapangan. Ia pantas terpukul karena Liverpool sempat unggul 3-0 hingga menit ke-79 sebelum Palace melesakkan tiga gol balasan dalam waktu hanya sepuluh menit. Hasil seri ini membuat peluang Liverpool untuk menjadi juara Liga Primer Inggris, berbalik menipis.

    Kalau Liverpool menang melawan Newcastle malam ini dan Manchester City kalah dari West Ham, maka Liverpool juaranya. Namun Kalau Manchester seri atau menang, maka trofi juara menjadi milik The Citizen, julukan Manchester City.

    Liverpool terakhir kali menjuarai Liga Inggris 24 tahun lalu, sementara The Citizen terakhir mengangkat trofi juara pada 2012 lalu.

    Rodgers menegaskan bahwa para pemainnya telah melupakan kejadian menyakitkan melawan Palace tersebut. "Para pemain kini dalam kondisi luar biasa bagus," jelas Rodgers. "Kami tidak mau (terus) memikirkan hal itu (hasil seri melawan Palace). Anda tidak dapat berpikir tentang apa yang telah dan mungkin terjadi. Anda hanya dapat benar-benar fokus pada apa yang terjadi saat ini dan berupaya keras agar tampil terbaik sekarang dan ke depan." (Baca juga: Rodgers: Peluang Liverpool Sirna)

    ESPN | AGUS BAHARUDIN


    Berita Terpopuler: 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.