AC Milan Tumbang di Kandang Atalanta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Livorno Cristiano Piccini (kiri) memperebutkan bola dengan pesepak bola AC Milan Kevin Constant dalam pertandingan Liga Serie A, di stadion San Siro, Milan, Italia, Sabtu (19/4). GIUSEPPE CACACE/AFP/Getty Images

    Pesepak bola Livorno Cristiano Piccini (kiri) memperebutkan bola dengan pesepak bola AC Milan Kevin Constant dalam pertandingan Liga Serie A, di stadion San Siro, Milan, Italia, Sabtu (19/4). GIUSEPPE CACACE/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Bergamo - AC Milan gagal melanjutkan tren positifnya. Seusai menundukkan Internazionale di Derby Milan, pekan lalu, Ahad malam, 11 Mei 2014, Rossoneri tumbang 2-1 di kandang Atalanta di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo.

    Seperi disiarkan BeIn Sport, gol pembuka muncul berkat bunuh diri bek Atalanta, Gianpaolo Bellini. Di menit 51, kerja sama Stephan El Shaarawy dan Kaka membuat Sulley Muntari bebas di sayap kiri. Gelandang tim nasional Ghana itu meluncurkan umpan silang mendatar ke arah Mario Balotelli yang berada di dekat gawang Atalanta. Bellini berusaha memotong bola, namun bola bergulir ke gawangnya sendiri. Pelatih AC Milan Clarence Seedorf yang mengenakan kemeja berdasi tanpa jas, melonjak kegirangan.

    Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Di menit 66, bek kiri Milan, Kevin Constant melanggar Carlos Carmona di daerah terlarang. Penalti dieksekusi German Denis. Di menit kelima injury time, Franco Brienza mencetak gol spektakuler. Gelandang 35 tahun asal Italia menerima umpan Giulio Migliaccio di lini tengah dan melesakkan tendangan kiri dari jarak 36 meter dan bersarang di gawang Milan, 2-1.

    Pertandingan ini diwarnai insiden pelecehan ras. Di menit 74, sebatang pisang mendarat di sisi kiri pertahanan Milan dari tribune pendukung Atalanta. Bek kiri Rossoneri, Kevin Constant, menunjukkan bukti insiden itu kepada wasit Nicola Rizzoli. Tindakan memalukan ini muncul kurang dua pekan saat bek Barcelona, Dani Alves, mendapat pelecehan serupa.

    Kekalahan ini tertahan di posisi 8 dengan nilai 54 dari 37 pertandingan dan gagal masuk 6 besar untuk meraih tiket Liga Europa. Sebelum pertandingan ini, AC Milan--yang bulan lalu masih terpuruk di posisi 11 klasemen--menang 6 kali di 7 pertandingan. Satu-satunya kekalahan diperoleh Riccardo Montolivo cs di kandang AS Roma, 2-0, pada 25 April lalu. Di pertandingan terakhir, Milan menjamu tim papan bawah Sassuolo, 18 Mei, mendatang.

    GOAL | REZA MAULANA

    Berita Terpopuler:
    Jokowi: Cawapres Bisa Selain Kalla dan Abraham
    Bakrie Land Ngemplang Fasos-Fasum, Ini Kata Ahok
    Cabuli Murid SD, Guru di Samarinda Jadi Tersangka
    Soal Boko Haram, Tweeps Serang Menteri Tifatul


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.