Tantang Persebaya, PSM Bertekad Curi Poin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PSM Makassar. ANTARA/M. Risyal Hidayat

    PSM Makassar. ANTARA/M. Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Makassar - PSM Makassar bertekad mencuri poin saat menantang Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa, 20 Mei 2014. Meski bermain di depan suporter Surabaya, pelatih PSM, Rudy William Keltjes, mengaku tak gentar.

    Laga nanti teramat penting. Raihan poin bisa membawa Juku Eja--julukan PSM--keluar dari zona degradasi. Selain itu, pihaknya ingin menuntaskan dendam. Maklum, timnya dipermalukan dengan skor 2-0 saat putaran pertama Liga Super Indonesia awal Mei lalu.

    Rudy William Keltjes mengatakan memang tidak akan mudah merebut poin di kandang tim berjulukan Bajul Ijo itu. Namun, dalam sepak bola, segala sesuatu tidak ada yang mustahil. "Tentu kami mau menang dan sadar mesti kerja keras dan pantang menyerah," katanya, Senin, 19 Mei 2014.

    Level PSM maupun Persebaya, Keltjes menyebutkan, sama baiknya. Toh, kedua klub era perserikatan ini bermain dalam kasta tertinggi liga Indonesia. "Letak perbedaan sebatas posisi di klasemen sementara. Itu bisa dipangkas, makanya jangan mau kalah," tutur pelatih berambut putih ini.

    Saat ini PSM tercecer pada urutan 10 alias masuk zona degradasi. Klub kebanggaan Sulawesi Selatan ini baru mengumpulkan 9 poin dari 10 laga. Adapun Persebaya bercokol pada peringkat 4 klasemen sementara wilayah timur. Mereka mendulang 17 poin dari 10 pertandingan.

    TRI YARI KURNIAWAN

    Berita Terpopuler:
    Jadi Cawapres, Ini Daftar Kebijakan Kontroversi JK

    Kabar Cawapres Jokowi Dianggap Manuver Belaka

    Polisi Cari Petinggi Artha Graha yang Hilang

    Pasar Harapkan Cawapres Jokowi dari Militer

    Pelajar di Australia Khawatirkan Program Purifikasi Prabowo  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.