Milan Dikabarkan Pecat Seedorf, Tunjuk Inzaghi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Clarence Seedorf. REUTERS

    Clarence Seedorf. REUTERS

    TEMPO.CO, Milan - AC Milan dikabarkan siap memecat Clarence Seedorf dari posisi pelatih klub tersebut. Rencananya, pelatih tim junior, Filippo Inzaghi, akan ditunjuk sebagai pengganti.
    Media massa Italia, Selasa, 27 Mei 2014, mengabarkan Milan menilai Seedorf gagal. Masa depan pelatih asal Belanda yang baru menjabat empat bulan dari kontrak 2,5 tahun itu sudah dibahas sejak beberapa pekan lalu.

    Presiden klub, Silvio Berlusconi, bertemu CEO Adriano Galliani untuk membicarakan nasib Clarence Seedorf, Senin malam. Tiga media Italia, Gazzetta dello Sport, Corriere dello Sport, dan Tuttosport, membenarkan adanya pertemuan tersebut meski tidak menyebutkan sumbernya. (Baca juga: Cafu Harap Milan Pertahankan Seedorf)

    Clarence Seedorf, 38 tahun, yang menghabiskan sepuluh tahun kariernya sebagai pemain di Milan (2002-2012), menggantikan Massimiliano Allegri pada akhir Januari lalu. Di bawah asuhan Seedorf, Milan sebenarnya tidak berprestasi buruk. Mereka mencatat sebelas kemenangan dalam 19 pertandingan Seri A, sedangkan Allegri hanya membawakan lima kemenangan dari 19 laga.

    Hanya, Milan mengakhiri musim di posisi kedelapan dan gagal berlaga di kancah Eropa musim depan. Kini nama Inzaghi muncul. Namun, seperti Seedorf, Inzaghi tak punya pengalaman melatih tim profesional. Pria 40 tahun itu menghabiskan sebelas musim bermain untuk Milan (2001-2012). Ia memenangi dua gelar Seri A dan dua gelar Liga Champions. Selama dua musim terakhir, ia bertanggung jawab atas tim U-19 Milan.

    REUTERS | RAJU FEBRIAN 

    Berita utama:
    Amien Rais Bantah Teriakkan Yel 'Hidup Prabowo'
    Polisi: Wisnu Tjandra Tidak di Luar Negeri
    Krisdayanti dan Yuni Shara Diklaim Dukung Jokowi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.