Pemain Persiraja Tewas, Ini Sikap Komdis PSSI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia mendesak PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi sepak bola profesional Indonesia untuk memanggil dan memeriksa manajemen klub Persiraja ihwal insiden yang menimpa Akli Fairuz. Ketua Komisi Disiplin PSSI Hinca Panjaitan menyatakan PT Liga  harus mengingatkan kembali kepada semua klub tentang regulasi medis sebuah pertandingan.

    "Regulasi sudah jelas ada, tinggal penegakannya yang belum terlihat," kata Hinca, Ahad, 1 Juni 2014.  Menurut Hinca, klub wajib mematuhi regulasi dan PT Liga harus memastikan ke Komisi Wasit dan panitia pelaksana pertandingan apakah regulasi sudah berjalan atau tidak.

    Dalam regulasi Liga Super Indonesia 2014 di pasal 38 poin d tertulis bahwa setiap klub mesti mempunyai petugas medis yang terdiri dari satu dokter dengan syarat minimal sarjana kedokteran umum. Sedangkan di poin e tim medis juga harus mempunyai seorang fisioterapis dengan syarat minimum sarjana atau diploma tiga lulusan kesehatan olahraga.

    Tak disebut sanksi tegas dalam aturan itu jika klub tak memenuhi persyaratan tersebut. Namun Hinca menilai klub berpotensi dikenai denda bila tidak mematuhi regulasi itu. "Bervariasi sanksinya, bisa denda uang sebesar Rp 10 juta, " kata dia. Ia menambahkan, penegakan regulasi mendesak dilakukan agar semua pihak yang terlibat dalam sepak bola merasa aman.

    Sebelumnya, Komdis PSSI memutuskan  menghukum kiper PSAP Sigli Agus Rohman yang melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persiraja Banda Aceh, Akli Fairuz. Agus Rohman yang sudah tidak membela PSAP Sigli dilarang bermain sepak bola selama satu tahun. Keputusan ini dikeluarkan dalam sidang Komdis yang digelar pada Sabtu, 31 Mei 2014.

    Akibat  pelanggaran tersebut, penyerang Persiraja Akli Fairuz menghembuskan nafas terakhir usai menjalani perawatan selama enam hari di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, karena kebocoran usus. Akil mengalami kebocoran usus akibat berbenturan dengan Agus Rohman di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia pada 10 Mei 2014. Dalam laga yang berjalan di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, itu Persiraja menang tipis 1-0 atas PSAP Sigli.

    Pada kesempatan terpisah, Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalom Boboy menyatakan akan berupaya menegakkan regulasi liga seperti yang diminta oleh Komdis. "Kalau memang ada yang lalai pasti akan kami beri sanksi," kata dia. (Baca juga: PSSI Terus Telusuri Kematian Akli Fairuz).

    ADITYA BUDIMAN

    Berita Lain
    Gareth Bale Ingin Wujudkan Impian Juara La Liga  
    Pecundangi PBR, Arema: Untuk Hibur Aremania
    Pelatih Arema Nilai Bandung Raya Alami Kemajuan   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H