Debat Capres Masih Gunakan Strategi 5-3-2

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo bersama Jokowi. facebook.com

    Prabowo bersama Jokowi. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Debat calon presiden kini tengah berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta. Pengamat bola, Valentinus Simanjuntak, menilai kedua kubu, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, masih menggunakan strategi bertahan.

    "Memang saling hati-hati, belum berani keluar menyerang. Kalau di bola, bisa dibilang menggunakan strategi 5-3-2," kata Valentinus ketika dihubungi, Senin, 9 Juni 2014.

    Di awal-awal, menurut dia, masing-masing pasangan masih menunggu dan menantikan pola permainan lawan. Ketika lawan mulai menggunakan strategi 5-3-2, ujar Valentinus, lawannya juga menggunakan yang sama. "Masih menggunakan strategi yang dipakemkan dulu oleh pelatih. Pemain belum ada kreativitas di lapangan," ujarnya.

    Tak hanya itu, menurut Valentinus, "wasit" dalam debat ini, yakni moderator, datar-datar saja. Dia membandingkannya dengan moderator pada debat calon presiden di Amerika Serikat yang memancing para calon presiden mengeluarkan segala kemampuan mereka.

    "Sekarang masih normatif, belum seru, tempo masih lambat. Masing mengutarakan kekuatan diri sendiri," katanya. Karena itu, menurut Valentino, baik Jokowi-Kalla maupun Prabowo-Hatta belum bisa mengeksploitasi pertahanan lawan.

    Komisi Pemilihan Umum akan menyelenggarakan debat calon presiden dan wakil presiden lima kali. Debat pertama digelar malam ini di Balai Sarbini yang dimulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung selama dua jam. Debat tersebut bertema "Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih, dan Kepastian Hukum".

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.