Tukar Tambah Modric-Ramires Masih Alot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luka Modric. REUTERS/Eddie Keogh

    Luka Modric. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, London - Setelah berakhirnya musim kompetisi liga-liga sepak bola Eropa, bos Chelsea Jose Mourinho melancarkan gerilya ke mana-mana mencari pemain untuk memperkuat pasukannya. Hal ini dilakukan setelah Chelsea mengakhiri musim kompetisi 2013-2014 tanpa satu gelar juara pun.

    Satu di antara gerilya yang dilakukan yaitu pada Real Madrid. Rupanya Mou menginginkan Luka Modric, gelandang lincah milik Madrid asal Kroasia. Mou pun memulai pembicaraan dengan bos Real Madrid, Carlo Ancelotti.

    Pembicaraan pun nyambung karena Ancelotti rupanya juga memendam keinginan untuk merekrut Ramires, gelandang Chelsea asal Brasil. Namun, begitu pembicaraan berkembang sampai Ramires, Mourinho segera menarik garis, "Ramires tak akan dijual," katanya.

    "Saya menaruh hormat besar pada Ancelotti," tutur Mourinho mengisyaratkan kedekatannya dengan pelatih asal Italia yang pernah menangani Chelsea ini. Meski dekat, dalam hal Ramires, bos Chelsea asal Portugal ini tak ingin mengkompromikannya.

    Sampai di situ pembicaraan tukar tambah Modric dengan Ramires terhenti. Belum diketahui apakah ini cara Mourinho menaikkan posisi tawarnya, ataukah ia memang benar-benar hanya ingin mendapatkan Modric dan tak mau melepas Ramires.

    Yang jelas bursa transfer akan berlangsung dinamis sampai usai Piala Dunia. Hal ini dimungkinkan karena bisa saja pemain yang selama ini tampil kurang impresif mendadak menjadi pahlawan bagi timnya pada putaran final Piala Dunia 2014.

    DAILYMIRROR | ESPN | AGUS BAHARUDIN

    Berita utama
    Putra Prabowo Mengaku Tak Pernah Dikritik Ayahnya
    Skor 2-1, Argentina Susah Payah Kalahkan Bosnia
    Mantan Istri Puas dengan Penampilan Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.