Cedera Neymar Bukan karena Ditabrak Zuniga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neymar digotong keluar lapangan oleh petugas kesehatan, dalam pertandingan perempat final Piala Dunia antara Brasil dan Kolombia di Brasil, 5 Juli 2014. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Neymar digotong keluar lapangan oleh petugas kesehatan, dalam pertandingan perempat final Piala Dunia antara Brasil dan Kolombia di Brasil, 5 Juli 2014. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CORio de Janeiro - Neymar sudah pensiun dari Piala Dunia yang digelar di negerinya sendiri. Cedera pada tulang belakangnya membuat dia takkan mungkin tampil di dua pertandingan sisa. 

    Neymar terpaksa diangkut ke rumah sakit sebelum pertandingan perempat final Piala Dunia antara Brasil dan Kolombia di Brasil, 5 Juli 2014, usai.

    Namun, di Kolombia saat ini ramai diperbincangkan bahwa penyebab retaknya tulang belakang ketiganya itu bukan karena kena hajar oleh Camillo Zuniga, yang pemain asal Kolombia itu.

    “Melainkan terjadi ketika Neymar terjatuh saat merayakan gol yang dicetak oleh Thiago Silva,” demikian pendapat yang ramai di negeri itu. 

    Untuk memperkuat teorinya itu, sebuah gambar ketika lutut Zuniga menabrak Neymar pun diterbitkan. Lutut Zuniga memang terlihat mengenai bagian atas punggung dari Neymar. 

    Kalau dalam penglihatan awam pas di bagian atas dari tulang belakangnya. Sedangkan cedera yang dialami Neymar terjadi di bagian bawah di sebelah kiri tulang belakangnya. 

    Gambar ini pula yang dikirim oleh mereka yang berpendapat seperti itu ke laman Facebook milik Zuniga sebagai ungkapan simpati mereka. Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari Zuniga. 

    Satu-satunya, tanggapan Zuniga terhadap cedera yang dialami Neymar adalah pernyataan maafnya. “Namun, tindakan itu tidak ada maksud untuk mencederai Neymar,” tulis pemain Napoli itu. 

    IB| GLOBOESPORTE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.