UEFA Ubah Aturan Soal Kartu Kuning  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Xabi Alonso. REUTERS/Andrea Comas.

    Xabi Alonso. REUTERS/Andrea Comas.

    TEMPO.CO, Nyon - Musim lalu, Xabi Alonso benar-benar kecewa. Meski timnya berhasil menjadi juara Liga Champions untuk kesepuluh kalinya, saat pertandingan final digelar melawan Atletico Madrid, dia hanya bisa menjadi penonton.

    Nasib tak sedap juga sempat dialami para pemain Chelsea, seperti Branislav Ivanovic, Ramires, dan Raul Meireles; dan juga David Alaba, Holger Badstuber, dan Luis Gustavo dari Bayern Muenchen, yang gagal berlaga pada pertandingan final Liga Champions dua tahun silam.

    Jauh sebelum Xabi, dua pemain hebat Manchester United, yakni Roy Keane dan Paul Scholes, juga mengalami hal yang serupa. Pada pertandingan final Liga Champions pada 1999 di Barcelona, kedua pemain ini hanya menjadi penonton.

    Akumulasi kartu kuning yang didapat membuat mereka hanya menjadi penonton. Mereka yang telah mendapatkan tiga kartu kuning akan kehilangan kesempatan untuk bermain. Apesnya bila akumulasi itu sampai pada pertandingan puncak alias final.

    Namun kabar baik kini meluncur dari Nyon. Dalam sebuah pertemuan panel UEFA, diambil keputusan yang melegakan banyak pemain dan juga klub, tentu saja. Dalam peraturan baru ini, kartu kuning yang didapatkan para pemain hanya akan berlaku hingga babak perempat final.

    Setelah itu, di semua kompetisi yang digelar UEFA, yakni Liga Europa atau Liga Champions, pemain dari klub yang lolos ke babak semifinal putih bersih kembali.  

    “Untuk musim ini, semua kartu kuning dari awal fase grup akan kedaluwarsa pada perempat final. Pemain dari klub yang masuk babak semifinal akan terbebas dari hukuman kartu kuning yang pernah didapatkannya,” demikian pernyataan resmi UEFA.

    UEFA | IB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.