Gary Neville Raih Gelar Doktor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain belakang Manchester United Gary Neville menyambut penghormatan yang diberikan penonton, dalam pertandingan perpisahan dirinya melawan Juventus di Manchester (24/5). REUTERS/Nigel Roddis

    Pemain belakang Manchester United Gary Neville menyambut penghormatan yang diberikan penonton, dalam pertandingan perpisahan dirinya melawan Juventus di Manchester (24/5). REUTERS/Nigel Roddis

    TEMPO.CO, Jakarta - Asisten pelatih timnas Inggris yang juga legenda Manchester United, Gary Neville mendapatkan gelar doktor kehormatan dari Universitas Salford. Penganugerahan ini diberikan karena Neville dianggap sebagai tokoh olahraga yang berhasil. Bersama Manchester United, dia telah memberikan delapan gelar Liga Primer, tiga Piala FA, dan dua gelar juara Liga Champions. 

    Tidak berbeda dengan rekan sekarirnya yakni Ryan Giggs, tapi kiprah Neville di dunia bisnis mengalahkan rekannya itu.  Ketika masih bermain sepak bola, dia sudah menekuni kegiatan bisnis. Tak jauh dengan olahraga juga sebenarnya. Dia mendirikan Sekolah Bisnis Salford. 

    Bersama teman-temannya dari Angkatan 92 di Akademi Sepak Bola Manchester United seperti Ryan Giggs, Paul Scholes, Nicky Butt, dan sang adik Phil Neville dia juga membangun Hotel Football. Mereka juga membeli klub Salford City FC. Neville dan rekan-rekannya ingin melanjutkan klub sepak bola – yang juga pernah menjadikannya sebagai pemain sepak bola profesional tetap berjalan.  

    Nah, langkah-langkah inilah yang dianggap pihak kampus sebagai upaya positif yang dilakukan Neville secara berkelanjutan. Gelar doktor pun mampir pada pemain yang kerap berada di posisi bek kanan ini. 

    Neville tentu saja senang dengan penganugerahan itu. “Saya teramat senang menerima penghargaan dari Universitas Salford ini. Saya teramat dekat dengan kota ini. Saat merintis karir sebagai pemain sepak bola, semua dimulai di sini. 

    DailyMail|IB  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.