Final ICC 2014, Duel Perdana Rodgers Vs Van Gaal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi manajer baru MU  Louis van Gaal saat berpose untuk media di Aon Training Complex, Manchester, Inggris, 16 Juli 2014.  Matthew Peters/Man Utd via Getty Images

    Ekspresi manajer baru MU Louis van Gaal saat berpose untuk media di Aon Training Complex, Manchester, Inggris, 16 Juli 2014. Matthew Peters/Man Utd via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Louis van Gaal nyaris berlabuh di Liverpool ketika didekati manajemen klub untuk menjadi direktur olahraga klub itu pada 2012. Namun Van Gaal urung ke Anfield menyusul penolakan Brendan Rodgers. Kini Van Gaal berkesempatan menghadapi sosok yang telah menolaknya itu ketika MU menghadapi Liverpool dalam pertandingan final International Champions Cup 2014.

    MU akan menghadapi musuh bebuyutannya, Liverpool, dalam laga puncak ICC 2014 di Sun Life Stadium, Selasa, 5 Agustus 2014. MU dan Liverpool melaju ke final setelah merebut tiga kemenangan di babak penyisihan grup. Pada pertandingan terakhir, MU menaklukkan juara bertahan Real Madrid dengan skor 3-1, sedangkan Reds menang 2-0 atas AC Milan.

    “Itu sangat gila ketika Anda adalah manajer sebuah klub dan ada orang lain yang menyuruh Anda untuk membeli pemain pilihannya,” kata Rodgers tentang penolakannya terhadap rencana Liverpool menunjuk Van Gaal sebagai direktur olahraga. “Itu tidak akan berhasil.”

    Bagi Van Gaal, pertandingan nanti adalah peluang emas untuk mempersembahkan trofi perdana untuk MU sekaligus berunjuk gigi di hadapan Rodgers. Sejak ditunjuk sebagai manajer anyar MU, Van Gaal menghadirkan perbedaan besar bagi Red Devils, yang terseok-seok musim lalu.

    Manajer asal Belanda tersebut menerapkan strategi 3-5-2 di MU. Formasi yang terbilang aneh bagi klub-klub Inggris itu mengantarkan MU meraih empat kemenangan di tur pramusim tahun ini. Salah satunya adalah kemenangan telak 7-0 atas Los Angeles Galaxy.

    Kesuksesan Van Gaal meramu taktik baru di MU akan ditantang pressing ketat ala Rodgers. Meski telah ditinggal Luis Suarez, Liverpool sukses melewati hadangan Olympiakos, Manchester City, dan Milan di penyisihan Grup B.

    Rodgers terlihat masih mencari formula baru menyusul kepergian Suarez. Namun kolektivitas tim Merah tak meredup. Dengan kolaborasi pemain senior dan junior semacam Raheem Sterling, Jack Robinson, dan Jordon Ibe, Liverpool tetap menjadi lawan kuat bagi MU yang tengah berupaya bangkit dari keterpurukan.

    Perkiraan susunan pemain:
    Manchester United (3-5-2):
    De Gea; M. Keane, Jones, Evans; Valencia, Herrera, Fletcher, Mata, Young; Rooney, J. Hernandez.

    Liverpool (4-3-3):
    Mignolet; M. Kellyt, Toure, Coates, J. Robinson; Lucas, Allen, Henderson; Sterling, Ibe, Lambert.

    MEN | ANTONIUS WISHNU

    Baca juga:
    Bagaimana ISIS Masuk Indonesia?
    ISIS Hancurkan Makam Nabi Yunus, Ini Alasannya
    Jokowi Bantah Tudingan Preteli Koalisi Pro-Prabowo
    Jokowi Hadiri Syukuran Bareng Artis Salam Dua Jari
    Justin Bieber Serang Orlando Bloom di Pesta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.