Penyebab Guardiola Ngamuk di Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manajer Barcelona Josep Guardiola memimpin sesi latihan timnya di stadion Stamford Bridge, sehari sebelum mereka berlaga melawan Chelsea dalam semi final leg pertama Liga Champion. REUTERS/Eddie Keogh.   REUTERS/Eddie Keogh (BRITAIN - Tags: SPORT SOCCER)

    Manajer Barcelona Josep Guardiola memimpin sesi latihan timnya di stadion Stamford Bridge, sehari sebelum mereka berlaga melawan Chelsea dalam semi final leg pertama Liga Champion. REUTERS/Eddie Keogh. REUTERS/Eddie Keogh (BRITAIN - Tags: SPORT SOCCER)

    TEMPO.CO, Portland - Pelatih Bayern Muenchen, Josep Guardiola, menolak bersalaman dengan pelatih MLS All-Star, Caleb Porter, selepas menjalani laga persahabatan di Stadion Providence Park, Kamis pagi, 7 Agustus 2014. Pelatih berkepala plontos ini kecewa dengan permainan kasar tim besutan Caleb Porter.

    "Tugas pelatih untuk memastikan tak ada tekel keras, tapi saya tidak melihat dia melakukannya," kata Guardiola seusai pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan MLS All-Star itu.

    Guardiola mengatakan tekel yang dilakukan para pemain MLS All-Star terlalu keras untuk laga persahabatan. Salah satu korban tekel tersebut adalah Bastian Schweinsteiger, pemain Muenchen yang baru pulih dari cedera.

    Bagi Guardiola, jegalan keras dalam pertandingan persahabatan benar-benar tidak bisa diterima. Ia menganggap dua kartu kuning yang diberikan wasit kepada kepada pemain MLS All-Star tak cukup.

    Laga Muenchen kontra MLS All-Star memang berlangsung panas. Muenchen sempat unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak dicetak pemain baru mereka, Robert Lewandowski, pada menit ke-8. Namun performa tim berjulukan Die Roten ini melorot pada babak kedua.

    MLS All-Star menyamakan skor lewat gol Wright-Phillips ketika babak kedua baru berjalan enam menit. Mereka terus memborbardir gawang Muenchen dan kembali mencetak gol pada menit ke-70, kali ini lewat sepakan Landon Donovan. Skor 2-1 ini bertahan hingga pertandingan berakhir.

    Pemain tengah Muenchen, David Alaba, menuding suhu panas sebagai penyebab utama kekalahan timnya oleh MLS All-Star. "Di Portland, suhunya mencapai 34 derajat celcius! Ini membuat kami serba salah. Panas membuat kami ingin selalu minum, tapi di saat yang sama perut kami sudah kembung."

    Akibat cuaca panas itu pula Guardiola terpaksa membatalkan latihan pagi mereka sehari sebelum pertandingan berlangsung. Karena itu, bisa dibilang persiapan Muenchen memang tak optimal. Apalagi rumput di Stadion Providence Park adalah rumput sintetis. Pemain Bayern tak terbiasa bermain di rumput buatan.

    Faktor-faktor inilah, ditambah permainan keras para pemain MLS All-Star, yang memicu murka Guardiola. Untungnya, kemarahan pelatih berkepala plontos ini tak lama. Presiden asosiasi sepak bola Amerika Serikat, Sunil Gulati, mengatakan Guardiola menemui Porter di ruang ganti. "Keduanya bersalaman di sana," tulis Gulati dalam akun Twitter-nya.

    BILD | USA TODAY | REUTERS | DWI AGUSTIAR

    Terpopuler:

    Tak Bawa Uang, Bek MU Ini Ngutang kepada Pelatihnya
    AFF Cup di Vietnam, Garuda Bisa Sepi Pendukung 
    Hasil Pramusim Buruk, AC Milan Dikepung Keraguan 
    Juventus Ungguli ISL Stars 5-1 di Babak Pertama 
    Ibrahimovic Ingin Balik ke Juventus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.