Alasan Guardiola Ogah Salami Pelatih MLS All-Star

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pep Guardiola.   REUTERS/Eddie Keogh

    Pep Guardiola. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, Portland - Caleb Porter bergegas menghampiri Josep Guardiola begitu laga persahabatan antara Bayern Muenchen dan MLS All-Star berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan MLS All-Star. Pelatih MLS All-Star ini ingin menjabat tangan Guardiola, pelatih yang selama ini diidolakannya.

    Namun, bukannya menyambut uluran tangan Porter, Guardiola justru mengangkat telunjuknya, memberi isyarat agar Porter menjauh. Porter lalu mengalihkan uluran tangannya kepada para staf pelatih Guardiola, namun mereka juga menolak uluran tangan Porter.

    Tak putus asa, Porter lalu mengejar Guardiola ke tengah lapangan. Namun lagi-lagi Guardiola menolak uluran tangannya. Pep, begitu Guardiola disapa, malah melengos. Ia sempat menyemprot seorang offisial pertandingan sebelum meninggalkan Stadion Providence Park, tempat laga itu berlangsung.

    Sikap Guardiola ini langsung menuai kecaman. Salah satunya dari pemilik Portland Timbers--klub yang dilatih Caleb Porter--Merritt Paulson. Lewat akun Twitter-nya, Paulson mengatakan, "Caleb 1, Pep 0."

    Kekecewaan juga disampaikan analis sepak bola dari Sport Ilustrated, Grant Wahl. "Sikap yang ditunjukkan Guardiola benar-benar mengecewakan," kata Wahl. Sedangkan analis sepak bola dari ESPN, Max Bretos, menilai sikap Guardiola tersebut layak ditertawakan.

    Grant Wahl mengatakan Guardiola mengabaikan ajakan berjabat tangan Porter karena menganggap MLS All-Star bermain kelewat kasar. Mereka beberapa kali melakukan tekel keras. Salah satunya terhadap Bastian Schweinsteiger yang baru pulih dari cedera.

    Bagi Guardiola, tekel keras dalam pertandingan persahabatan benar-benar tidak bisa diterima. Ia menganggap dua kartu kuning yang diberikan wasit kepada kepada pemain MLS All-Star itu tak cukup.

    "Tugas pelatih untuk memastikan tak ada tekel keras, tapi saya tidak melihat dia melakukannya," kata Guardiola. Saat ditanya kenapa dia mengelak berjabat tangan dengan Porter, pelatih berkepala plontos ini berkata, "Saya tidak melihatnya."

    Adapun Porter enggan memperpanjang persoalan ini. Baginya, sikap Guardiola hanya sebuah cerita kecil dari pertandingan besar yang baru saja dijalaninya. "Saya tidak ingin membicarakan permasalahan itu," kata Porter.

    Meski kalah, Bayern Muenchen sebenarnya bermain apik. Mereka bahkan sempat unggul lebih dulu lewat gol cepat yang dicetak pemain baru mereka, Robert Lewandowski, pada menit ke-8. Namun performa tim berjuluk Die Roten ini melorot di babak kedua.

    MLS All-Star menyamakan skor lewat gol Wright-Phillips ketika babak kedua baru berjalan enam menit. Mereka terus memborbardir gawang Muenchen dan kembali mencetak gol pada menit ke-70, kali ini lewat sepakan Landon Donovan. Skor 2-1 ini bertahan hingga pertandingan berakhir.

    Ini adalah kekalahan pertama yang dialami Bayern Muenchen dalam pertandingan pramusim. Dalam tiga laga persahabatan sebelumnya, Bayern bermain imbang 1-1 melawan MSV Duisburg, menang lewat adu penalti atas Borussia M’gladbach serta menang tipis 1-0 atas Guadalajara.

    Pemain tengah Muenchen, David Alaba, menuding suhu panas sebagai penyebab utama kekalahan timnya oleh MLS All-Star. "Di Portland, suhunya mencapai 34 derajat celcius! Ini membuat kami serba salah. Panas membuat kami ingin selalu minum, tapi di saat yang sama perut kami sudah kembung."

    Akibat cuaca panas itu pula Guardiola terpaksa membatalkan latihan pagi mereka sehari sebelum pertandingan berlangsung. Karena itu, bisa dibilang persiapan Muenchen memang tak optimal. Apalagi rumput di Stadion Providence Park adalah rumput sintetis. Pemain Bayern tak terbiasa bermain di rumput buatan.

    Faktor-faktor inilah, ditambah permainan keras para pemain MLS All-Star, yang memicu murka Guardiola. Untungnya, kemarahan pelatih berkepala plontos ini tak lama. Presiden asosiasi sepak bola Amerika Serikat, Sunil Gulati, mengatakan Guardiola menemui Porter di ruang ganti. "Keduanya bersalaman di sana," tulis Gulati dalam akun Twitter-nya.

    Guardiola dalam jumpa pers seusai pertandingan mengutarakan harapannya mendapat undangan bertanding lagi melawan MLS All-Star pada musim depan. Namun tak ada yang bisa memastikan apakah Guardiola bersungguh-sungguh ingin datang lagi atau itu hanya sindiran.

    BILD | USA TODAY | REUTERS 


    TERPOPULER



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?