Gaji Dibayar Separuh, Persewangi Batal Mogok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain PSMS Medan versi PT Liga Indonesia, menggelar aksi damai di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, (17/6). Mereka menuntut penyelesaian tunggakan gaji mereka selama 10 bulan dan mereka akan tetap bertahan di PSSI hingga tuntutan mereka dipenuhi. TEMPO/Seto Wardhana

    Para pemain PSMS Medan versi PT Liga Indonesia, menggelar aksi damai di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, (17/6). Mereka menuntut penyelesaian tunggakan gaji mereka selama 10 bulan dan mereka akan tetap bertahan di PSSI hingga tuntutan mereka dipenuhi. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Para pemain Persewangi Banyuwangi, Jawa Timur, membatalkan niatnya untuk mogok bertanding melawan Persbul Buol, Sabtu sore kemarin, 23 Agustus 2014, di Stadion Diponegoro, Banyuwangi. Mereka batal mogok setelah manajemen membayar sekitar Rp 40 juta dari Rp 84.750.000 total gaji yang tertunggak tiga bulan kepada 18 pemain Persewangi. "Sudah dibayar separuh," kata Peter Lipede, pemain Persewangi asal Nigeria, seusai bertanding. (Baca: Gaji Telat, Pemian Persewangi Ancam Mogok)

    Menurut Peter, meski baru dibayar separuh, timnya memutuskan tetap bermain demi nama baik Banyuwangi. Namun dia mengakui bahwa permainan Persewangi melawan Persbul kurang maksimal. Walhasil, Persewangi gagal memasukkan gol ke gawang lawan. "Kondisi internal membuat kami tak fokus bertanding," kata pemain belakang ini.

    Persewangi hanya mampu bermain imbang untuk menahan Persbul yang mampu menguasai jalannya pertandingan pada babak pertama. Memasuki babak kedua, giliran Persewangi mendominasi permainan. Tiga pemain Persewangi sempat menembakkan bola ke arah gawang Persbul pada menit ke-76, 82, dan 87. Namun kelihaian penjaga gawang Persbul, Isra Samad, membuat pertandingan berakhir seri.

    Pelatih Persewangi, Bagong Iswahyudi, mengakui telatnya pembayaran gaji menyebabkan pemain Persewangi tampil kurang baik. Hasil laga pamungkas grup 7 tersebut membuat Persewangi lolos ke babak 16 besar Divisi Utama Liga Indonesia 2014, dengan perolehan 23 poin. (Baca: Persebaya Vs Persepam Ditunda karena Sidang MK)

    Pada Rabu, 20 Agustus 2014, sebanyak 18 pemain Persewangi menggelar konferensi pers. Mereka mengancam mogok dalam pertandingan melawan Persatuan Sepak Bola Buol (Persbul), Sabtu, 23 Agustus 2014. Ancaman itu disampaikan karena gaji mereka belum dibayar selama tiga bulan terakhir.

    Total gaji yang tertunggak sejak Juni hingga Agustus berjumlah Rp 84,7 juta. Menurut Manajer Persewangi Hari Wijaya, Persewangi saat ini memang tidak punya cukup dana. Sebab, belum satu sponsor pun berminat mendanai klub ini. Penjualan tiket pertandingan juga tak cukup untuk membayar gaji pemain.

    IKA NINGTYAS





    TERPOPULER
    Istri PM Malaysia Pulang Kampung ke Sumatera Barat  
    Jokowi Kalah Rapi Ketimbang Paspampres
    Wibawa Golkar Turun Jika Gabung ke Jokowi
    Tak Ada Pilpres Putaran Kedua, Ke Mana Duit Rp 3,9 Triliun?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?