Miroslav Klose Berniat Menjadi Pelatih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas sepakbola Jerman, Miroslav Klose saat jumpa pers di Hotel Andreus di St. Martin, Italy, (25/5). Timnas Jerman mulai berlatih untuk menghadapi ajang Piala Dunia 2014 nanti di Brazil. REUTERS/Ina Fassbender

    Pemain timnas sepakbola Jerman, Miroslav Klose saat jumpa pers di Hotel Andreus di St. Martin, Italy, (25/5). Timnas Jerman mulai berlatih untuk menghadapi ajang Piala Dunia 2014 nanti di Brazil. REUTERS/Ina Fassbender

    TEMPO.CO, Berlin - Pemain depan Lazio, Miroslav Klose, mengutarakan bahwa dirinya ingin menjadi pelatih setelah pensiun nanti. “Saya pasti akan menjadi pelatih,” kata Klose kepada Sport Bild, Rabu, 3 September 2014.

    Demi mendapat lesensi kepelatihan, mantan pemain internasional Jerman itu bakal menjalani kursus kepelatihan profesional. Klose berharap Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengadakan program pembinaan singkat untuk pemain yang mengantarkan timnas merebut Piala Dunia.

    Sebelumnya, DFB pernah melakukan program tersebut pada tahun 2000. “Saya akan sangat menghargai jika DFB akan mengadakan lagi pelatihan khusus untuk peraih Piala Dunia,” ujar Klose. “Hal itu lebih praktis karena kami tidak bisa mendapatkannya.”

    Klose sendiri kini tengah berusia 36 tahun. Kontraknya dengan Lazio akan berakhir pada Juni 2015. Sebagai langkah awal, bekas pemain Bayern Munchen itu mengaku ingin menjadi asisten pelatih Josep Guardiola. “Sebuah pengalaman bekerja bersama Pep Guardiola tentu menjadi hadiah hebat bagi saya,” kata top scorer Jerman itu.

    TONLINE | ANTONIUS WISHNU

    Baca juga:
    Berapa Gaji Para Pemain Bintang MU?
    Danny Welbeck Cedera Diseruduk Pemain MU
    Jalani Operasi Lutut, Robin van Persie: Itu Rumor!
    Misteri Cedera Sami Khedira
    Si Chubby, Julukan Baru buat Wayne Rooney


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.