Marco Reus, Tumbal Kemenangan Jerman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Jerman, Marco Reus mendapat perawatan setelah dilanggar pemain Skotlandia, dalam kualifikasi Grup D Piala Eropa 2016 di Dortmund, Jerman, 8 September 2014. AP/Frank Augstein

    Pemain Jerman, Marco Reus mendapat perawatan setelah dilanggar pemain Skotlandia, dalam kualifikasi Grup D Piala Eropa 2016 di Dortmund, Jerman, 8 September 2014. AP/Frank Augstein

    TEMPO.CO, Dortmund - Pemain gelandang tim nasional Jerman, Marco Reus, menjadi tumbal kemenangan Jerman atas Skotlandia dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2016 dinihari tadi.

    Pemain berusia 23 tahun ini cedera engkel setelah dihantam pemain bertahan Skotlandia, Charlie Mulgrew. Akibatnya, Reus harus ditatih ke luar lapangan.

    "Saya berharap cederanya tidak terlalu serius," kata pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew, seperti dikutip dari Goal, Senin, 8 September 2014. (Baca: Jerman Tekuk Skotlandia 2-1)

    Loew mengatakan pemeriksaan medis akan segera dilakukan terhadap Reus. Kecemasan Loew bisa dimaklumi karena sebelumnya Reus pernah cedera cukup serius di tempat yang sama pada Juni lalu.

    Cedera itu membuatnya tak bisa tampil di Piala Dunia 2014. Lalu pada dinihari tadi, di laga pertamanya bersama tim nasional Jerman setelah pulih dari cedera tersebut, ia justru mengalami cedera lagi.

    Pertandingan sendiri berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Jerman. Kedua gol Jerman dicetak Thomas Muller, masing-masing pada menit ke-18 dan 70. Sedangkan gol Skotlandia dicetak Ikechi Anya pada menit ke-66.

    BBC | GOAL | DWI AGUSTIAR

    Baca juga:

    Di Maria: Real Madrid Recoki Timnas Argentina
    Mundur dari Timnas, Franck Ribery Terancam Dihukum
    Tumbang Menjelang Kualifikasi Piala Eropa 2016
    Mundur dari Timnas, Franck Ribery Terancam Dihukum


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.