Kalah, Pelatih Timnas Malaysia: Saya Masih Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Malaysia. TEMPO/Subekti

    Timnas Malaysia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COSidoarjo - Pelatih tim nasional senior Malaysia, Dollah Saleh, mengatakan satu alasan anak asuhnya kalah karena masih mencari corak permainan. "Ini sebenarnya masih permulaan karena saya baru satu bulan membimbing mereka," kata Dollah kepada wartawan seusai laga uji coba di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Ahad malam, 14 September 2014.

    Tim nasional senior Indonesia sukses menekuk tim Harimau Malaya Malaysia 2-0 lewat gol bunuh diri Muslim Ahmad dan gol tandukan Samsul Arif. Semua gol tercipta pada babak kedua. (Baca berita sebelumnya: Taklukkan Malaysia, Alfred Riedle Puji Irfan Bachdim dkk)

    Menurut Dollah, dalam pertandingan uji coba tersebut timnya mencoba lakukan berbagai corak permainan dan pergantian pemain. Setidaknya ada enam pertukaran pemain selama babak kedua berlangsung. "Formasi permainan pun kami ubah, yang awalnya 5-3-2 menjadi 4-4-2, namun ternyata malah menjadi pincang," katanya.

    Sejak pergantian formasi itulah Dollah berdalih tim asuhannya mengalami penurunan kekuatan sehingga mudah diserang tim nasional senior Indonesia. "Jadi bukan karena dimasukkannya Firman Utina yang dianggap membahayakan, tapi karena memang kami ubah formasi," ujarnya.

    Meski begitu, Dollah tak ingin meratapi kekalahan. Dia menyatakan ingin bangkit mencari pemain lain yang lebih baik penampilannya untuk dipersiapkan ke ajang Piala AFF 2014. Tim nasional Malaysia rencananya melakukan uji coba dengan tim nasional Kamboja pada 20 September 2014 di Kuala Lumpur. 

    MOHAMMAD SYARRAFAH

    Terpopuler
    7 Serangan Ahok yang Bikin Lulung Geram
    Ahok Minta Lulung Diam, tapi Ada Syaratnya  
    Alvin Lie: PAN Didirikan untuk Kedaulatan Rakyat
    Soal RUU Pilkada, Amir: SBY Berpihak pada Akal Sehat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.