Dikalahkan Leicester, Pemain MU Salahkan Van Gaal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester United, Angel Di Maria melakukan selebrasi usai berhasil menyetak angka yang kedua bagi klubnya saat bertanding melawan Leicester City dalam Liga Premier Inggris di stadion King Power di Leicester, Inggris, 21 September 2014. REUTERS

    Pemain Manchester United, Angel Di Maria melakukan selebrasi usai berhasil menyetak angka yang kedua bagi klubnya saat bertanding melawan Leicester City dalam Liga Premier Inggris di stadion King Power di Leicester, Inggris, 21 September 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Leicester - Buntut kekalahan Manchester United atas Leicester City ternyata panjang. Sejumlah pemain dikabarkan memprotes keras keputusan pelatih Louis Van Gaal mengganti Angel di Maria.

    Harian Daily Mail menuliskan, suasana ruang ganti Manchester United sangat panas setelah pertandingan berakhir. "Mengapa kami mengganti Di Maria?" protes seorang pemain, seperti dikutip Daily Mail, Selasa, 23 September 2014.

    Angel di Maria ditarik ke luar oleh Van Gaal pada menit ke-76. Sebagai gantinya, Van Gaal memasukkan Juan Mata. Saat itu pertandingan masih imbang 3-3.

    Penarikan Di Maria ini dianggap sebagai biang keladi runtuhnya keseimbangan MU. Akibatnya, mereka kebobolan dua gol sepeninggal Di Maria. Di akhir laga, MU kalah dengan skor 3-5.

    Van Gaal pun mendapat sorotan. Sebab, alasan penarikan Di Maria tak jelas. Setidaknya, pemain Argentina itu tak sedang cedera. Van Gaal membantah kekalahan tersebut karena penarikan Di Maria.

    Menurut dia, kekalahan mereka disebabkan oleh tim yang tampil di bawah standar, terutama pada babak kedua. Mereka juga dianggap terlalu sering kehilangan bola.

    DAILY MAIL | DWI AGUSTIAR

    Baca Juga:
    Biksu, Pemain ke-12 Leicester yang Membekuk MU
    Mike Tyson Selamatkan Nyawa Pengendara Motor
    Louis Van Gaal Kecewa dengan Kinerja Wayne Rooney
    Wayne Rooney Akui Tak Selincah Dulu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.