Ibrahimovic Kembali Menyerang Guardiola

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guardiola dan Zlatan Ibrahimovic. AP Photo

    Guardiola dan Zlatan Ibrahimovic. AP Photo

    TEMPO.CO, Paris – Striker Paris Saint-Germain, Zlatan Ibrahimovic, kembali melontarkan kecaman terhadap mantan pelatihnya di Barcelona, Pep Guardiola, menjelang bentrok kedua tim pada laga fase grup Liga Champions di Parc des Princes, Selasa, 30 September 2014, atau Rabu dinihari WIB.

    Dalam wawancara dengan stasiun televisi Prancis, Canal +, Ibra menuturkan Barca memiliki tim terbaik di dunia pada musim 2009/2010 saat dirinya memperkuat klub itu. Namun mereka gagal memenangi Liga Champions lantaran keputusan buruk Guardiola.

    Ibra bergabung dengan Barca ketika Lionel Messi tengah menunjukkan penampilan terbaiknya dan klub itu diperkuat para gelandang yang membawa timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010. Meski begitu, Barca justru dikalahkan Inter Milan di semifinal Liga Champions.

    "Kami memiliki tim terbaik di dunia saat itu, tapi kami gagal memenangi Liga Champions karena keputusan yang buruk dari seseorang," ujarnya.

    Hubungan buruk dengan Guardiola pula yang membuat Ibra hanya bertahan semusim di Barca. Meski begitu, ia masih sempat menyumbangkan 21 gol dalam 45 penampilan di seluruh kompetisi.

    Ibra, yang pernah memenangi gelar liga di empat negara berbeda: Belanda, Italia, Spanyol, dan Prancis, kemudian mengungkapkan keinginannya memenangi Liga Champions--satu-satunya gelar yang belum pernah dicicipinya.

    "Jika kami (PSG) memenangi Liga Champions, saya akan sangat bahagia. Namun, kalau kami tak memenanginya, itu bukan sebuah kegagalan,” katanya. “Kami masih belajar, tapi kami telah berada di jalur yang benar. Kami telah dua kali lolos hingga ke perempat final, dan musim ini, saya yakin, kami bisa melangkah lebih jauh lagi.”

    AS | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.