Dua Kali Gagal Menang, Ini Dua Kelemahan Jerman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Jerman, Toni Kroos, meninggalkan lapangan usai pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016 Grup D melawan Irlandia di Gelsenkirchen, Jerman, 14 Oktober 2014. Pertandingan berakhir imbang 1-1. AP/Martin Meissner

    Pemain Jerman, Toni Kroos, meninggalkan lapangan usai pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016 Grup D melawan Irlandia di Gelsenkirchen, Jerman, 14 Oktober 2014. Pertandingan berakhir imbang 1-1. AP/Martin Meissner

    TEMPO.CO, Jakarta - Babak kualifikasi Piala Eropa 2016 yang berlangsung dalam sepekan terakhir jadi saat-saat buruk buat Jerman, juara Piala Dunia 2014. Tim asuhan Joachim Loew itu gagal menang dua laga, yakni ditekuk Polandia 2-0 dan ditahan Irlandia 1-1. (Baca: John O'Shea Gagalkan Kebangkitan Jerman)

    Apa yang salah dengan tim Panser? Loew mengungkap setidaknya dua alasan di balik penurunan performa timnya.

    Pertama, faktor kelelahan. Para pemainnya, terutama yang ikut mengantar perebutan gelar juara dunia, kekurangan waktu istirahat.

    "Mereka hanya memiliki tiga minggu untuk beristirahat dan langsung terlibat dalam kompetisi yang intens, di liga domestik dan Liga Champions," kata Loew. "Mereka butuh lebih banyak waktu istirahat."

    Kedua, faktor tekanan yang besar dan performa yang belum kembali. Jerman ditinggal sejumlah pemain kuncinya setelah Piala Dunia, termasuk Philipp Lahm yang pensiun.

    "Tak mudah kembali bermain setelah menjuarai turnamen besar," kata Loew. "Bagi sejumlah pemain lebih sulit untuk kembali pada ritme yang pas, sebagian mengalami cedera, dan yang kehilangan performa terbaiknya."

    Apalagi, posisi Jerman sebagai juara dunia juga kini membuat lawan lebih bersemangat. "Kami sebelumnya berposisi sebagai pemburu, kini jadi mangsa," kata Loew.

    Perubahan komposisi pemain, meski tak terlalu besar, juga membuat kekompakan tim sedikit berkurang. Saat melawan Polandia dan Irlandia, misalnya, Loew menilai timnya bermain naif. “Kami sangat kecewa. Pada menit terakhir kami terlalu naif ketika terus melakukan umpan panjang,” katanya. (Baca: Kejutan, Polandia Tekuk Jerman 2-0)

    Kelemahan inilah yang harus diatasi Loew sebelum kembali berlaga melawan Gibraltar pada 15 November mendatang.

    TELEGRAPH | GUARDIAN | NURDIN SALEH

    Berita Lain
    Dalam Laga Terakhir, Tim Nasional U-19 Kalah Lagi
    Ricuh, Laga Serbia Vs Albania Dihentikan
    Ditahan Persib, Kans Persebaya ke Semifinal Berat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.