Arsenal Krisis Pemain, Monreal Jadi Bek Tengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nacho Monreal. telegraph.co.uk

    Nacho Monreal. telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, London - Krisis pemain akibat cedera membuat pelatih Arsenal Arsene Wenger harus berakrobat menyiapkan timnya. Saat melawan Hull City, Sabtu mendatang, 18 Oktober 2014, ia pun terpaksa harus melakukan pergeseran posisi pemain di lini belakang.

    Arsenal memang memiliki stok bek tengah yang sangat terbatas. Laurent Koscielny dan Per Mertesacker merupakan pilihan utama dengan Calum Chambers, 19 tahun, sebagai pelapisnya.

    Masalahnya, untuk laga di kandang Hull nanti, Koscielny belum pulih benar dari cederanya. Adapun Chambers tak bisa dimainkan karena cedera. (Baca: Derita Arsenal: Setelah Ozil, Koscielny pun Cedera)

    Karena itu, menurut Telegraph, Wenger terpaksa akan memainkan Nacho Monreal, yang merupakan seorang bek kiri, sebagai bek tengah.

    Pemain asal Spanyol itu pernah melakukan peran itu dalam masa pramusim. Tapi, ia sendiri mengaku tak merasa nyaman dan menggambarkannya kondisinya sebagai "sedikit aneh" saat bermain di posisi itu.

    Toh, Wenger sendiri mengaku puas dengan performa Monreal sebagai bek tengah. "Ia bisa melakukannya dengan baik karena ia pemain yang cerdas, ia bagus dalam mencegat bola, dan membaca permainan dengan baik, serta memiliki umpan yang bagus," kata Wenger kala itu. (Baca: Oezil Cedera Panjang, Arsenal Kian Merana)

    Selain posisi bek tengah, posisi bek kanan juga bermasalah. Pelatih asal Prancis itu juga terpaksa harus mengandalkan pemain yang kurang berpengalaman saat melawan Hull: Hector Bellerin atau Francis Coquelin. Bellerin, 19 tahun, selama ini belum pernah jadi starter di Liga Primer, sedangkan Coquelin lebih suka bermain sebagai gelandang.


    TELEGRAPH | NURDIN

    Berita Lain
    Dalam Laga Terakhir, Tim Nasional U-19 Kalah Lagi
    Ricuh, Laga Serbia Vs Albania Dihentikan
    Ditahan Persib, Kans Persebaya ke Semifinal Berat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.