Luke Shaw Optimistis MU Akan Bekuk Man City  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Everton, Tony Hibbert dijegal oleh pemain Manchester United, Luke Shaw di kotak pinalti dalam laga Liga Premier Inggris di stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, 5 Oktober 2014. (AP Photo)

    Pemain Everton, Tony Hibbert dijegal oleh pemain Manchester United, Luke Shaw di kotak pinalti dalam laga Liga Premier Inggris di stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, 5 Oktober 2014. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Manchester - Pemain gelandang Manchester United, Luke Shaw, optimistis timnya akan meraih hasil positif dalam derby kontra Manchester City, akhir pekan nanti.

    "Saya tahu, ini akan menjadi laga yang keras, tapi kami cukup bagus untuk mengalahkan mereka," kata Shaw, seperti dikutip ESPN FC, Selasa, 28 Oktober 2014. (Baca: Kiper Ini Pecahkan Rekor Dunia Ryan Giggs)

    MU kurang beruntung dalam enam tahun terakhir. Dari sembilan kali derby, enam laga di antaranya dimenangi City. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, City meraih dua kali gelar Liga Primer.

    Luke Shaw mengatakan saat ini timnya belum mencapai performa terbaik Ia mencontohkan, saat ditahan imbang oleh Chelsea 1-1, mereka bermain tanpa Wayne Rooney dan Radamel Falcao. (Baca: Kolarov: Man City Enam Tahun Lebih Baik dari MU)

    Jika dua pemain tersebut dimainkan, ceritanya bisa berbeda. Nah, cerita berbeda inilah yang ia harap bisa MUtampilkan saat bertandang ke Etihad Stadium. (Baca: Januzaj: Ryan Giggs Seperti Godfather)

    "Saya tahu, laga ini tidak hanya sangat penting bagi pemain, tapi juga bagi para pendukung kami. Kami harus benar-benar menyiapkan diri sebaik mungkin," tutur Shaw.

    ESPN FC | DWI AGUSTIAR 



    Berita Lain
    Erick Thohir Masih Percaya pada Mazzarri
    Zidane Dijatuhi Sanksi 3 Bulan
    Menunggu Duet Maut Alexis-Walcott
    Timnas Taget Juara Piala AFF, Persiapan Kedodoran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.