Gerard Pique Tersisih di Barca, Ini Penyebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bek Barcelona Gerard Pique, mengendong anaknya Milan sebelum dimulainya pertandingan lanjutan Liga Spanyol antara FC Barcelona melawas SD Eibar di Camp Nou, 19 Oktober 2014. REUTERS/Albert Gea

    Bek Barcelona Gerard Pique, mengendong anaknya Milan sebelum dimulainya pertandingan lanjutan Liga Spanyol antara FC Barcelona melawas SD Eibar di Camp Nou, 19 Oktober 2014. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerard Pique sedang gundah hatinya. Dua kali sudah dia tidak masuk skuad andalan Luis Enrique. Setelah “dihukum” sang pelatih dalam pertandingan melawan Celta Vigo, ia juga absen di lapangan saat timnya bertanding di Amsterdam.

    Media Spanyol langsung melihat keanehan ini. Dua kali berturut-turut dicoret dari tim inti bukanlah persoalan biasa. “Apakah dia masih memiliki masa depan di Barcelona?” demikian tulisan koran AS edisi bahasa Inggris.

    Tanda-tanda Pique akan terpental semakin kuat setelah Enrique lebih memilih bek Marc Bartra, yang kemampuan dan pengalamannya jauh di bawah Pique, yang sudah membela Barcelona sejak 2009. Enrique dianggap memang tak ingin menggunakan jasanya lagi.

    Tak ada penjelasan resmi dari Enrique soal ini. Namun, media di Spanyol mengatakan insiden saat Barcelona bertanding melawan Espanyol dalam Piala Super Catalan merupakan penyebabnya. Dalam pertandingan yang dimenangi Barcelona melalui adu penalti itu, Pique juga berstatus sebagai pemain cadangan.(baca: Dukung Catalonia Merdeka, Pique Tetap Bela Spanyol)

    Nah, saat berada di bangku cadangan, Pique melakukan dosa besar. Saat para pemain lainnya bekerja keras, Enrique memergoki Pique asyik menelepon lewat ponselnya. Sontak Enrique dikabarkan marah besar.

    Selanjutnya: Enrique Lebih Suka Macherano


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.