5 Fakta Menarik yang Mengiringi Persib Juara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persib Bandung Ahmad Jufriyanto (kanan) berusaha memasukkan bola dengan pertahanan dari Penjaga Gawang Persipura Jayapura Dede Sulaiman (kiri) dalam final Liga Super Indonesia (LSI) 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat 7 November 2014. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pesepakbola Persib Bandung Ahmad Jufriyanto (kanan) berusaha memasukkan bola dengan pertahanan dari Penjaga Gawang Persipura Jayapura Dede Sulaiman (kiri) dalam final Liga Super Indonesia (LSI) 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat 7 November 2014. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Persib Bandung sukses meraih gelar Liga Super Indonesia 2014 setelah mengalahkan Persipura Jayapura lewat drama adu penalti di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Jumat malam, 7 November 2014.

    Adu penalti berkesudahan 5-3, setelah sebelumnya kedua tim bermain 2-2 hingga babak perpanjangan waktu.

    Keberhasilan Persib menjadi juara dan kegagalan Persipura menjadi fenomena tersendiri. Berikut data dan fakta menarik seputar kedua tim dan kompetisi musim ini:

    1. Kegagalan Persipura mengalahkan Persib di final membuat tradisi buruk Liga Indonesia tetap terjaga. Sejak era Liga Indonesia digulirkan pada 1994/1995 belum ada satu tim pun yang mampu meraih gelar juara dua kali beruntun. Sebelumnya, saat masih berformat Galatama, Pelita Jaya sukses meraih dua gelar beruntun pada musim 1988/1989 dan 1989/1990.(Baca: Gagal Juara, Begini Reaksi Persipura)

    2. Keberhasilan Persib menjadi juara diraih dengan cukup unik. Mereka baru pertama kali ini menang atas Persipura sejak era Liga Super bergulir. Sebelum final, kedua tim sudah 10 kali bertemu dan Persipura mampu menang 6 kali dan 4 laga lain berakhir imbang.

    3. Butuh waktu 19 tahun bagi Persib untuk meraih gelar juara keduanya di era Liga Indonesia. Mereka menjadi juara pada 1994/1995, saat format Liga Indonesia mulai digulirkan.

    4. Djadjang Nurdjaman, pelatih Persib, mempersembahkan trofi untuk Persib dengan 3 jabatan yang berbeda. Sebagai pemain, ia menjuarai kompetisi Perserikatan pada 1986, 1989/1990, dan 1993/1994.  Pada 1994/1995, saat Persib juara, ia merupakan asisten dari Indra Thohir.

    5. Makan Konate merupakan top scorer Persib musim ini dengan 13 gol. Sedangkan di kubu Persipura, Boaz Solossa menjadi top scorer dengan 10 gol. Adapun top scorer musim ini direbut Emmanuel Kenmogne (Persebaya) yang mencetak 25 gol.(Baca: Persib Juara LSI, Kenmogne Raja Gol)

    LIGA INDONESIA | WIKIPEDIA | NS

    Berita Lain
    Demi Final Persib, Bobotoh Ini Jual Bola JKT48
    Sebelum Final, Persib Sudah Siapkan Algojo Penalti
    Gerard Pique Tersisih di Barca, Ini Penyebabnya 
    Ridwan Kamil, Hercules, dan Nazar untuk Persib  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.