Final Piala Dunia Antarklub, Madrid Kejar Sejarah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Real Madrid berselebrasi atas gol yang dicetak Cristiano Ronaldo dalam pertandingan Liga Champions di stadion St. Jakob-Park, Swiss, 26 November 2014. FABRICE COFFRINI/AFP/Getty Images

    Para pemain Real Madrid berselebrasi atas gol yang dicetak Cristiano Ronaldo dalam pertandingan Liga Champions di stadion St. Jakob-Park, Swiss, 26 November 2014. FABRICE COFFRINI/AFP/Getty Images

    TEMPO.COJakarta: Di Marrakech, Maroko, juara dari dua benua berbeda, berhadap-hadapan pada Ahad dinihari nanti, 21 Desember 2014. Real Madrid, juara Eropa, dan San Lorenzo, juara Amerika Selatan, berebut tahta penguasa dunia dalam tajuk FIFA Club World Cup.

    Madrid lebih diunggulkan. Mereka sudah tiga kali menjadi juara Intercontinental—yang dulu hanya mempertemukan juara Amerika Selatan dan juara Eropa—tapi menjadi juara dunia dalam format baru, yang mulai digelar sejak 2005, mereka belum pernah rasakan.

    Kali ini, mereka ingin menang untuk melengkapi kesempurnaan tahun ini. Trofi Copa del Rey dan Liga Champions akan terasa lengkap bila disandingkan dengan gelar yang mereka dapat di Marrakech ini. Lengkap sudah, mereka menjadi juara dunia antarklub.(Baca: Real Madrid Tutup Pintu buat Pemain Baru)

    Ada catatan lain, yakni melengkapi atribut lainnya: mencetak kemenangan sebanyak 22 kali berturut-turut. “Para pemain sangat berfokus dan telah siap memberikan yang terbaik,” tutur Carlo Ancelotti, sang manajer.

    Pertarungan yang tak imbang tentu saja. San Lorenzo—klub Argentina yang jadi lawan Madrid—hanyalah klub yang membelanjakan uang sebanyak 3,6 juta euro untuk membeli pemain. Ini jumlah yang teramat kecil dibandingkan dengan uang yang dikeluarkan Madrid untuk membeli James Rodriguez sendiri yang mencapai 80 juta euro.

    Selanjutnya: Materi pemain bak langit dan bumi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.