Sikap Balotelli Bikin Gerrard Kecewa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Balotelli berhasil memecah kebuntuan pada menit ke 84, lewat aksi tendangan penalti.  Super Mario berhasil mengeksekusi dengan baik kesempatan tersebut. Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, 19 Februari 2015. Andrew Powell/Getty Images

    Balotelli berhasil memecah kebuntuan pada menit ke 84, lewat aksi tendangan penalti. Super Mario berhasil mengeksekusi dengan baik kesempatan tersebut. Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, 19 Februari 2015. Andrew Powell/Getty Images

    TEMPO.COJakarta - Kapten Liverpool, Steven Gerrard, menuding Mario Balotelli tak menunjukkan rasa hormat terhadap kapten pengganti Jordan Henderson. Gerrard sama sekali tak terkesan dengan sikap Balotelli meski pemain itu mencetak gol kemenangan saat melawan klub Turki, Besiktas, dalam ajang Liga Europa, Jumat dinihari, 20 Februari 2015. 

    Balotelli memastikan kemenangan Liverpool pada laga pertama babak 32 besar Liga Europa di Anfield lewat eksekusi penalti. Gol itu tercipta pada menit ke-85. Liverpool mendapat penalti itu setelah Jordon Ibe, pemain 19 tahun yang kembali tampil cemerlang, dijatuhkan Ramon Mota. Balotelli sempat berebut bola dengan Henderson dan Daniel Sturridge. Striker 24 tahun asal Italia itu akhirnya diberi kesempatan dan sukses mencetak gol dari titik putih. 

    Gerrard, yang absen pada laga itu akibat cedera, mengkonfirmasi bahwa Henderson adalah eksekutor yang dipilih dalam perencanaan sebelum bertanding. Gerrard menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Balotelli. "Jordan adalah kapten, dan Balotelli tahu Jordan yang berhak atas penalti itu. Dia menunjukkan rasa tidak hormat," kata Gerrard saat diwawancara ITV Sport

    Meski Balotelli berlaku nyeleneh, Gerrard mengatakan tim harus menerimanya. "Jika aku yang di lapangan, aku yang akan mengambil penalti itu," kata Gerrard. Namun Gerrard tetap menghargai Balotelli karena sukses mengeksekusi penalti. "Bayangkan apa yang akan terjadi di ruang ganti jika dia gagal," kata Gerrard. 

    Di dalam tim, kata Gerrard, biasanya ada enam atau tujuh pemain yang ingin menjadi eksekutor penalti. "Apa rasanya jika mereka berkelahi berebut bola di titik penalti," kata Gerrard. Menurut dia, sangat tak elok melihat para pemain berebut penalti di lapangan. "Bagiku, aturan dan kode harus ditaati. Saat manajer memilih eksekutor penalti, dialah yang harus melakukannya. Henderson-lah yang seharusnya melakukan itu."

    Balotelli tampaknya tak ambil pusing dengan keributan seusai pertandingan itu. Melalui akun Instagram, Balotelli mengucapkan terima kasih kepada Henderson karena memberinya kesempatan mengambil penalti. "Terima kasih Hendo karena mengizinkanku mengambil penalti. Hentikan dramanya sekarang. Yang penting kita menang. Kita adalah tim, dan utamanya kita adalah Liverpool. Ayolah, kawan-kawan."

    ESPN | TELEGRAPH | GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.