Reformasi FIFA, Platini Dapat Dukungan Jadi Calon Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joseph Blatter (kiri) dengan Michel Platini. DAMIEN MEYER/AFP/Getty Images

    Joseph Blatter (kiri) dengan Michel Platini. DAMIEN MEYER/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Zurich - Michel Platini, presiden Asosiasi Persatuan Sepak Bola Eropa (UEFA), menurut kantot berita BBC, telah diminta oleh mayoritas para pemimpin badan sepak bola dunia untuk mencalonkan diri sebagai presiden Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang baru.

    Platini dikabarkan telah memiliki jaminan dukungan dari konfederasinya sendiri UEFA, Asia, Amerika Selatan, dan Amerika Utara, Tengah, dan Karibia. Tapi, Platini belum memustuskan apakah ia menerima dukungan dan memustukan mencalonkan diri untuk menjadi presiden FIFA menggantikan Sepp Blatter. Platini, 60 tahun, adalah mantan bintang sepak bola tim nasional Prancis dan klub Juventus.

    Adapun Blatter, bos FIFA sekarang, mengatakan pada 2 Juni 2015 bila ia akan mengundurkan diri dan menyerukan reformasi perbaikan manajemen di badan sepak bola dunia itu. Blatter dijadwalkan akan segera berbicara dengan Komite Eksekutif FIFA mengenai pemilihan presiden FIFA pada 16 Desember 2015.

    Blatter, pria asal Swiss berusia 79 tahun, terpilih sebagai presiden FIFA kelima kalinya pada Kongrers FIFA di markasnya, Zurich, Swiss, pada 29 Mei 2015. Tapi, 4 hari kemudian, Blatter mengumumkan niatnya untuk melepas jabatannya setelah terjadi penyelidikan dua kasus korupsi di organisasi yang dipimpinnya itu.

    Mantan kandidat presiden FIFA, Pangeran Ali bin al-Hussein, yang kalah dari Blatter pada pemilihan Mei 2015, meminta Blatten untuk segera melepaskan jabatannya. "Rencana pengunduran diri Presiden Blatter tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Ia harus pergi sekarang,” kata Alin bin Al-Hussein.

    "Ia tidak boleh diijinkan untuk merencanakan siapa penggantinya dan mengatur proses seleksi. Pemimpin sementara yang independen harus ditunjuk untuk mengatur proses seleksi dan melakukan reformasi seperti yang sudah didiskusikan dalam pemilihan,” Alin bin Al-Hussein melanjutkan.

    BBC | FIFA | HARI PRASETYO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.