Rasis, 4 Orang Ini Dilarang Nonton Sepak Bola Selama 5 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Didier Drogba, diangkat oleh para personel Chelsea di tengah lapangan stadion Stamford Bridge. Kemenangan Chelsea atas Sunderland, menjadi kado manis bagi perpisahan Drogba. London, Inggris, 24 Mei 2015. Getty Images

    Didier Drogba, diangkat oleh para personel Chelsea di tengah lapangan stadion Stamford Bridge. Kemenangan Chelsea atas Sunderland, menjadi kado manis bagi perpisahan Drogba. London, Inggris, 24 Mei 2015. Getty Images

    TEMPO.CO, London - Pengadilan London menghukum 4 orang suporter klub sepak bola Chelsea karena dinilai telah bertindak rasis terhadap seorang warga negara Perancis di stasiun kereta Paris. Richard Barklie, Joshua Parsons, William Simpson, dihukum larangan menonton sepak bola selama lima tahun. Sementara Jordan Munday mendapatkan hukuman yang sama selama tiga tahun.

    Hakim Gareth Branston mengatakan bahwa keempat orang itu dinyatakan terbukti bersalah telah bertindak rasis dengan melarang warga negara Perancis, Souleymane Sylla, masuk ke dalam kereta yang mereka tumpangi di stasiun Paris karena berkulit hitam.

    Peristiwa itu terjadi pada Februari lalu ketika Chelsea melakoni pertandingan Liga Champion melawan Paris Saint-German. "Tindakan Rasisme yang mereka lakukan telah merusak reputasi sepak bola Inggris di Eropa," ujar Gareth seperti ditulis laman BBC.

    Dalam persidangan, Barklie mengaku mendorong Sylla dua kali dalam kereta. Namun, dia mengatakan, tindakannya itu karena Sylla melakukan tindakan agresif dan berteriak-teriak ke arah mereka.

    Sylla, sang korban, menuturkan bahwa dirinya dipaksa keluar dari kereta oleh sekumpulan suporter Inggris saat itu. Menurut dia, salah seorang dari suporter itu memberi pertanda penghinaan karena dirinya berkulit hitam.

    Hukuman pelarangan menonton sepak bola seperti itu sudah diterapkan di Inggris sejak 1999 lalu. Hukuman ini dianggap lebih beradab dibandingkan dengan hukuman penjara. Selain itu, hukuman seperti ini lebih ditujukan untuk mencegah masalah dikemudian hari dibandingkan menghukum perilaku seseorang di masa lalu.

    BBC | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.