Imbas Sanksi di Copa, Cavani Dilarang Main Dua Pertandingan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Uruguay, Edinson Cavani tertunduk lesu setelah menerima kartu merah dari wasit saat perempat final Copa America 2015 di National Stadium, Santiago, Chili, 25 Juni 2015. REUTERS/Ivan Alvarado

    Pemain Uruguay, Edinson Cavani tertunduk lesu setelah menerima kartu merah dari wasit saat perempat final Copa America 2015 di National Stadium, Santiago, Chili, 25 Juni 2015. REUTERS/Ivan Alvarado

    TEMPO.CO, Jakarta - Striker Timnas Uruguay Edinson Cavani terkena sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol) berupa larangan dua kali memperkuat La Celeste akibat kartu merah yang diterimanya saat melawan Chile pada perempat final Copa America 2015 bulan lalu.

    Bukan hanya Cavani, sang pelatih Oscar Washington Tabarez juga dikenai sanksi larangan mendampingi Timnas Uruguay untuk tiga laga resmi akibat tindakannya ketika bek Uruguay Jorge Fucile dikenai kartu merah dalam pertandingan yang sama di mana Uruguay kalah dengan skor tipis 0-1.

    Wasit dari Brasil Sandro Ricci yang memimpin laga itu memberi Cavani kartu merah, akibat pemain yang sehari-hari merumput bersama klub juara Prancis Paris Saint-Germain itu ‘menjentikan’ tangannya ke wajah bek Chile Gonzalo Jara yang memprovokasinya dengan menusukkan jari ke bokong Cavani.

    Sementara itu Tabarez bereaksi saat Fucile juga kemudian dihukum kartu merah lantaran dianggap mengganjal striker Chile Alexis Sanchez, meskipun dari tayangan lambat televisi terlihat bahwa kaki Fucile menyentuh bola, sedangkan Sanchez terjatuh akibat kakinya yang ‘mendatangi’ kaki Fucile.

    Dengan hukuman itu, Cavani tidak diizinkan memperkuat Uruguay pada saat juara dunia dua kali itu mengawali babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol pad Oktober melawan Bolivia dan Kolombia.

    Ketiadaan Cavani membuat lini depan Uruguay makin tumpul, karena striker Barcelona Luis Suarez juga belum boleh memperkuat timnasnya akibat menjalani skorsing yang dikenai Federation Internationale de Football Association (FIFA) setelah menggigit bahu bek Italia Giorgio Chiellini pada Piala Dunia 2014.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.