Piala Indonesia Satu Tak Jelas, Persela Malas Berlatih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persela Lamongan. ANTARA/Syaiful Arif

    Persela Lamongan. ANTARA/Syaiful Arif

    TEMPO.COLamongan - Pelatih Persela Lamongan belum menetapkan jadwal latihan anak-anak didiknya dengan alasan jadwal turnamen Piala Indonesia Satu belum jelas. ”Belum ada kepastian tandingnya. Pemain masih ogah-ogahan berlatih,” ujar asisten pelatih Persela, Didik Ludianto, Kamis, 30 Juli 2015.

    Menurut Didik, semula pelatih telah merancang jadwal latihan di Stadion Surajaya, Lamongan, pada awal Agustus 2015. Sebanyak 23 pemain yang sempat kocar-kacir  juga sudah dipanggil, terutama yang pernah memperkuat Persela dalam kompetisi Liga Super Indonesia 2013-2014. 

    Namun ternyata jadwal turnamen masih maju mundur. Dari yang awalnya 15 Agustus molor menjadi akhir bulan. Itu pun Didik masih meragukan kesiapan panitia, khususnya menyangkut izin dari kepolisian. Karena persiapan turnamen sendiri masih compang-camping, akhirnya skuad tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu malas berlatih. “Kita belum menentukan jadwal latihan,” ucapnya.

    Padahal para pemain sudah berkumpul. Mereka adalah penjaga gawang, Khoirul Huda; pemain bertahan, yakni Eki Taufik, David Pagbe, dan Mahyadi Panggabean; gelandang serang, yaitu Zaenal Arifin, Jusmadi, Bolsa Bozovic, dan Arif Ariyanto; serta penyerang: Bijahil Chalwa, Pedro Javier, dan Agus Salim.

    Sebelumnya, Mahaka Sports, promotor Piala Indonesia Satu, menyatakan sebelas klub bakal mengikuti turnamen yang digelar mulai 15 Agustus 2015. Empat klub di antaranya dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen itu. 

    Sebelas klub itu adalah Persib Bandung, Persela Lamongan, PSM Makassar, Arema Cronus, Bali United, Persebaya Surabaya, Barito Putra, Persija Jakarta, Pelita Bandung Raya, Persiram Raja Ampat, serta Gresik United. Adapun yang ditunjuk sebagai tuan rumah adalah PSM, Arema Cronus, Bali United, dan Persib. 

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?