Mantan Tahanan Ini Mengaku Didukung untuk Maju Presiden FIFA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kursi presiden FIFA yang kosong di markas federasi sepakbola dunia tersebut di Zurich, Swiss, 3 Juni 2015. Sepp Blatter menyatakan pengunduran dirinya dan kongres luar biasa FIFA akan diadakan pada Mei 2016 di Meksiko City. Ennio Leanza/Keystone via AP

    Kursi presiden FIFA yang kosong di markas federasi sepakbola dunia tersebut di Zurich, Swiss, 3 Juni 2015. Sepp Blatter menyatakan pengunduran dirinya dan kongres luar biasa FIFA akan diadakan pada Mei 2016 di Meksiko City. Ennio Leanza/Keystone via AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Afrika Selatan yang juga mantan tahanan politik, Tokyo Sexwale, tengah mempertimbangkan untuk mencalonkan diri sebagai presiden badan sepak bola dunia FIFA yang lagi diterpa skandal korupsi, kata juru bicaranya kepada Reuters.

    "Tuan Sexwale telah didekati untuk memajukan namanya sebagai calon presiden FIFA oleh beberapa tokoh tingkat tinggi dalam persaudaran sepak bola termasuk orang-orang dari sektor swasta," kata Peter-Paul Ngwenya dari Yayasan Global Watch Afrika Selatan.

    "Dia tengah dalam proses berkonsultasi diikuti ke mana kemudian dia akan berpikir," kata Ngwenya kepada Reuters lewat e-mail.

    Sahabat dekat mendiang mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela yang keduanya menghabiskan waktu 13 tahun di penjara tahanan politik di Pulau Robben, Sexwale pernah menjadi anggota Kongres Nasional Afrika dan pernah menjabat menteri pada masa pasca-apartheid sebelum beralih ke bisnis.

    Pria berusia 62 tahun itu berharap mendapatkan dukungan kuat Afrika jika dia mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di FIFA.

    Michel Platini, presiden badan sepak bola Eropa UEFA, menjadi penantang pertama untuk menggantikan Sepp Blatter sebagai bos FIFA, demikian Reuters.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.