Bebas Transfer, Kapten U-23 Manahati Ditawari Gabung PSM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Tim Nasional Indonesia U-23, Manahati Lestusen. TEMPO/Seto Wardhana

    Pemain Tim Nasional Indonesia U-23, Manahati Lestusen. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Makassar - Kapten tim nasional Indonesia usia 23 tahun, Manahati Lestusen, mendapat tawaran bergabung bersama skuat Juku Eja setelah statusnya di tim Barito Putra tidak mendapat kejelasan.

    "Saat ini Manahati berstatus bebas transfer karena klub lamanya Barito Putra telah membubarkan timnya, seusai liga dihentikan," ucap pemilik klub amatir OTP 37, Febrianto Wijaya, Senin 3 Agustus 2015.

    Mantan pemain PSM ini juga menyarankan agar pemain berdarah Ambon ini memperkuat Pasukan Ramang. Ia menilai karakter bermain Manahati sesuai dengan filosofi skuat Juku Eja. " Apalagi kan dia juga pemain dari kawasan timur Indonesia, dan dia pemain muda yang potensial," tutur dia.

    Ia mengatakan Manahati merupakan pemain taktis yang bisa menempati posisi stopper, bek kanan, hingga gelandang bertahan.

    Sementara, Direktur Klub PSM Sumirlan mengaku sangat senang jika Manahati bisa bergabung bersama skuat Juku Eja. Apalagi, lanjut dia, Manahati juga pernah bermain di Makassar saat Liga Ramadhan, yakni memperkuat klub amatir OTP 37.  "Yang penting Manahati serius ingin gabung bersama PSM," ucap Sumirlan.

    Manahati sendiri mengatakan belum bisa memutuskan untuk hengkang ke klub lain, sebelum Barito Putra memberikan kejelasan terkait statusnya. "Kalau Barito Putra sudah berikan kejelasan, ya baru saya bisa ambil keputusan," ujarnya.

    Ia mengatakan tawaran bermain di skuat Juku Eja baik, apalagi dua rekan setimnya di timnas Indonesia juga memperkuat PSM, yakni Muchlis Hadi Ning Syaifulloh dan Agung Prasetyo.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.